Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Laporan: 5,5 juta Muslim di Jerman Menghadapi Alami Diskriminasi dan Rasisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Juli 2023 20:41 8:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juli 2023 20:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa Muslim di Jerman sering menghadapi diskriminasi dalam bentuk rasisme, kebencian dan terkadang kekerasan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.  Laporan tersebut disampaikan di Kementerian Dalam Negeri di Berlin, baru-baru ini.

Kelompok Independen tentang Permusuhan Muslim melakukan studi tiga tahun untuk menyelesaikan laporan komprehensif tentang diskriminasi yang melibatkan 5,5 juta populasi Muslim di negara itu.

Kelompok tersebut menganalisis studi ilmiah, statistik kejahatan polisi, dan laporan insiden anti-Islam yang dicatat oleh pusat konseling dan organisasi non-pemerintah.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa setidaknya sepertiga Muslim di Jerman pernah mengalami sikap anti-Muslim. 

Namun, para ahli menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya dari kasus Islamofobia mungkin jauh lebih tinggi. Hal ini mengingat hanya 10 persen dari populasi Muslim yang melapor atas kasus rasisme dan kebencian yang mereka hadapi.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Komunitas Muslim adalah bagian dari Jerman dan hal ini diharapkan,” kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser dalam sebuah pernyataan. “Ini membuat temuan permusuhan terhadap mereka sangat menyedihkan,”ujarnya dikutip AP.

“(Mereka) menghadapi diskriminasi dan marginalisasi dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan menghadapi kebencian dan kekerasan,” tambahnya.

“Hal ini perlu diketahui masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka akan masalah diskriminasi yang masih marak terjadi,” komentar Ibu Nancy lagi.

Komunitas Muslim di Jerman tidak hanya dihadapkan pada masalah rasial, tetapi juga menghadapi stereotip sehari-hari dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut, kata para ahli.

Mereka menemukan stereotip negatif yang ada terhadap penduduk Muslim termasuk anggapan bahwa mereka “terbelakang dan berbahaya”.

Stereotip semacam itu mengakibatkan populasi Muslim menghadapi diskriminasi dan pengucilan dari masyarakat yang seringkali menggambarkan kelompok tersebut sebagai “orang luar” meskipun sekitar 50 persen penduduknya berkewarganegaraan Jerman.

Komunitas Muslim di Jerman sebenarnya campuran, kebanyakan dari mereka berasal dari Turki. Lainnya datang dari negara-negara Arab seperti Maroko atau Lebanon.

Banyak dari mereka datang ke Jerman Barat lebih dari 60 tahun yang lalu di mana mereka dipekerjakan sebagai “pekerja tamu” untuk membantu mengembangkan perekonomian negara.

Sekitar 19 juta orang, atau 23 persen dari populasi Jerman saat ini, telah berimigrasi ke sana sejak tahun 1950, atau merupakan anak-anak imigran – tidak hanya dari negara Muslim tetapi juga negara lain seperti Polandia, Rumania, atau negara Afrika atau Asia.

Para peneliti menemukan bahwa kebencian terhadap Muslim ada di hampir setiap aspek kehidupan – mulai dari sekolah hingga pekerjaan, politik, dan media sosial.

Salah satu penulis kajian tersebut, Karima Benbrahim mengatakan, semua pihak termasuk masyarakat dan instansi terkait perlu berperan dalam mengatasi masalah tersebut.

“Permusuhan terhadap umat Islam berdampak pada semua pihak di negara ini dan tidak hanya umat Islam,” katanya.

Peneliti lain, Kai Hafez dari University of Erfurt menegaskan bahwa rasisme terhadap umat Islam tidak hanya merajalela di kalangan kelas atas.

Padahal, kata dia, kelas menengah juga perlu menghilangkan stereotip terhadap Muslim.  “Sudah waktunya untuk memperkenalkan reformasi anti-rasis di Jerman,” kata Hafez.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diskriminasi Muslim JermanHeadlineJermanMuslim Jermanrasissme MuslimStudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebanyak 14,5 Juta Konsumsi Didistribusikan untuk Jamaah Haji selama di Makkah
Tulisan selanjutnya Pelaku Mesum LGBT di Taman Hutan Kota Kebanyakan dari Orang Kaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?