Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Pendeta Kanada Puji Siswa Muslim Memboikot Perayaan LGBT hingga Membuat Pihak Sekolah Marah 

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Juli 2023 13:22 1:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Juli 2023 13:00
Bagikan
Pendeta Henry Hildebrandt
Bagikan

Hidayatullah.com—Pendeta Henry Hildebrandt memuji dan mengaku bangga dengan siswa Muslim di Northwood School Ontario yang berani menyuarakan pendapat kepada guru mereka dan tidak menghadiri Hari Kebanggaan, Pride Day, bagi komunitas kelainan sejenis LGBT.

“Saya sangat bangga dengan murid-murid yang berani bersuara kepada guru (mereka),” ujar Pendeta Henry Hildebrandt. “Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada keluarga Muslim yang menghadapi apa yang sedang kita hadapi saat ini, khususnya di dunia Barat. Saya akan mendukung Anda.. jangan biarkan mereka menghancurkan anak-anak Anda, “ ujar Henry Hildebrandt menambahkan.

Pendeta Kanada Henry Hildebrandt, yang telah mengumpulkan kehadiran online di kanal YouTube, baru-baru ini merilis sebuah video yang mengungkapkan penghargaan kepada siswa dan keluarga Muslim di Ontario, Kanada.

Dalam video tersebut, Hildebrandt memuji komitmen yang ditunjukkan oleh orang-orang ini (termasuk para orang tua muslim) dalam menegakkan keyakinan agama mereka di tengah tekanan masyarakat Barat.

“Benar-benar sulit dipercaya melihat apa yang terjadi di sekolah kita saat ini. Guru itu terus-menerus memarahi dan mempermalukan muridnya dan mengatakan pada mereka betapa kecewanya para guru tersebut karena mayoritas murid tidak hadir, yang kebanyakan adalah Muslim,” katanya dikutip S2J News.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Henry mengatakan, sekolah yang memiliki kurang lebih 800 murid sementara 600 di antarana tidak hadir adalah sebuah aksi boikot luar biasa. “Itu luar biasa..itu luar biasa. Kami harus tepuk tangan untuk kalian karena hal itu,” ujarnya.

Marah atas ketidakhadiran mayoritas murid, guru serta anggota staf lainnya memutuskan untuk menghiasi sekolah dengan perlengkapan LGBT, termasuk bendera pelangi. Mereka memarahi murid-murid yang tidak hadir di acara Pride Day.

“Tidak ada seorang pun di sekolah yang meminta Anda untuk menjadi gay: kami meminta Anda untuk bersikap hormat dan baik hati. Hanya itu saja. Dan kemarin tidak menunjukkan rasa hormat dan kebaikan, dan saya muak!” kata pendidik, terdengar marah dalam sebuah audio yang viral.

“Semua pelangi yang kamu lihat di sekitar sekolah adalah karena sangat sedikit orang yang datang kemarin dan para guru marah,” tambah dia.

Karena rasa kecewa itulah, sang guru menyebut aksi boikot sang murid sangat “menjijikkan” dan “pertunjukan kebencian yang luar biasa”. “Itu adalah kebencian terhadap komunitas orang,” lanjut guru itu, “dan sangat menjijikkan untuk disaksikan. Saya tidak ingin menjadi bagian dari sekolah ini, saya sangat muak dengan apa yang terjadi kemarin.” (dengan sangat emosi istilah itu berulang sepanjang rekaman 15 menit).

Bahkan sang guru mengatakan dirinya sangat terluka sehingga dia mengatakan tidak ingin menjadi guru mereka lagi.

“Kami, sebagai staf di Northwood, sangat terluka oleh pernyataan yang Anda buat kemarin – bagi Anda yang tidak datang,” guru itu memulai. “Anda perlu memahami betapa sakit hati dan kecewanya kami atas tindakan itu – dan bawa pulang itu ke orang tua Anda, karena merekalah yang membuat Anda tinggal di rumah. Itu adalah pertunjukan kebencian yang luar biasa, dan itu menyedihkan,” ujar sang guru.

Untuk diketahui, sekolah tersebut melayani komunitas dengan populasi Muslim yang signifikan (terletak hanya delapan mil dari Dearborn, Michigan) dan dilaporkan sebanyak 600 dari total 800 siswanya (75%) lebih memilih tinggal di rumah daripada menghadiri acara “Hari Kebanggaan” 1 Juni yang diselenggarakan pihak sekolah.

Bagaimanapun, Pendeta Henry Hildebrandt memuji keberanian keluarga dan siswa Muslim ini. Menurutnya, anak-anak Muslim ini tidak mudah dipengaruhi dan menunjukkan komitmennya yang teguh untuk menegakkan iman mereka, ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hari KebanggaanHeadlinekanadalgbtNorthwood School OntarioPendeta Henry HildebrandtPride Daysiswa Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serang Jamaah Sholat dengan Kapak, Murtadin Dijatuhi Hukuman Penjara 8 Tahun
Tulisan selanjutnya Fakta Mualaf Sinead O'Connor 10 Fakta Menarik Perjalanan Sinead O’Connor setelah Memeluk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?