Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hampir 200 Orang Ditangkap dalam Operasi Besar Anti-Narkoba di Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Maret 2024 06:12 6:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Maret 2024 06:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin, hari Senin (25/3/204), mengumumkan bahwa lebih dari 187 orang ditangkap dalam operasi anti-narkoba yang dilakukan secara simultan di beberapa kota di Prancis.

Hal itu diungkapkan Darmanin di Roubaix di mana dia meninjau program anti-narkoba baru yang digagas pemerintah yang diberi nama Place nette XXL, lansir RFI (25/3/2024).

Operasi penangkapan itu dilakukan secara simultan di Lille, Lyon, Dijon dan di wilayah Paris, kata Darmanin.

“Kami memiliki target 850 orang yang akan ditangkap. Kami mendekati seperempat target itu jika Marseille dihitung,” kata Mendagri Prancis itu. “Tujuan kami adalah menunjukkan kepada masyarakat, khususnya mereka warga pemukiman kelas pekerja, bahwa kami menanggapi serius masalah keamanan mereka,” tegasnya.

Dia mengumumkan bahwa operasi serupa lain akan dilakukan di beberapa kota lain dalam beberapa hari atau pekan mendatang.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Operasi di Marseille dilakukan tidak lama setelah Presiden Emmanuel Macron mengunjungi kota itu pekan lalu.

“Ini adalah operasi yang belum kami lakukan sebelumnya, untuk menghentikan perdagangan narkoba dan memastikan ketertiban umum,” kata Macron kala itu.

Sekitar 900 anggota kepolisian, gendarmeri dan pabean dikerahkan pada hari pertama operasi di Marseille dan wilayah departemen Bouches-du-Rhône.

Dalam waktu empat hari, 22 kilo narkoba berhasil disita dan 71 orang dijebloskan ke dalam tahanan. Aparat mengatakan uang tunai atau aset hampir €400.000 diamankan dalam operasi itu berikut empat senjata.

Perang antargeng pengedar memperebutkan pasar narkoba di Marseille mencapai puncak pada 2023, dengan korban tewas 49 orang dan 123 orang terluka. Empat korban merupakan warga yang terjebak di lokasi kejadian dan tidak ada hubungannya dengan perdagangan narkoba.

Operasi simultan yang dilakukan aparat Prancis itu dilakukan setelah tersangka pemimpin sebuah geng narkoba besar dari Marseille ditangkap di Maroko pada bulan Februari.

Felix Bingui, 33, ditangkap di Casablanca. Dia diyakini sebagai pemimpin Yoda – salah satu geng narkoba terbesar di Marseille – yang terlibat persaingan sengit dengan geng besar lain yang dikenal sebagai DZ Mafia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:narkobaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencium Istri di Siang Hari, Apakah Puasanya Batal?
Tulisan selanjutnya Remaja Muslim Selamatkan 100 Orang Saat Penembakan Massal di Moskow

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?