Hidayatullah.com– Miliarder Elon Musk membantah kabar yang beredar pekan lalu bahwa dia berencana untuk mendonasikan $45 juta sebulan ke Super Pac untuk biaya kampanye pemenangan capres Donald Trump.
Hari Selasa (22/7/2024), Musk tampil di acara Jordan Peterson, di mana dia mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. “Saya tidak akan mendonasikan $45 juta sebulan untuk Trump,” kata Musk, seperti dilansir The Guardian.
“Apa yang sudah saya lakukan adalah bahwa saya telah membuat Pac atau Super Pac atau terserah Anda mau menyebutnya apa,” kata Musk. “Namanya America Pac”.
Super Pacs, kependekan untuk Political Action Committees, merupakan organisasi politik independen di mana donatur dapat menyumbangkan uang tanpa batas, sementara donasi untuk individual atau non-Super Pacs ditetapkan batas atasnya oleh pemerintah.
Usai wawancara dengan Peterson, Musk di platform X menjawab klip video dari wawancara tersebut dengan mengatakan, “Yeah”, dan cuitan lain yang tampaknya merujuk kabar tentang donasi tersebut dengan mengatakan, “Yeah, itu konyol. Saya memberikan sejumlah donasi ke America PAC, tapi jauh lebih rendah dan nilai-nilai kunci Pac adalah mendukung meritokrasi dan kebebasan individu. Kalangan Republik kebanyakan, tetapi tidak seluruhnya, berada di sisi merit dan kebebasan.”
Dalam wawancara itu, Musk menjelaskan tujuan dari PAC yang didirikannya tersebut adalah sejak awal untuk mempromosikan MAG (made America great), menjadikan Amerika hebat.
Musk tidak menjelaskan seberapa banyak dia akan memberikan donasi politiknya lewat Pac.
Saat ini America Pac sudah disokong oleh sejumlah teman dan sekutu Musk di dunia teknologi, menurut laporan Times. Termasuk di antaranya adalah Joe Lonsdale, yang mendirikan perusahaan software Palantir bersama Peter Thiel, seorang donatur politik kelas kakap untuk senator dapil Ohio JD Vance – yang belum lama ini dipilih Trump untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden AS.*




