Hidayatullah.com– Presiden Kenya William Ruto telah membatalkan dua kesepakatan proyek besar yang melibatkan miliarder asal India Gautam Adani, setelah taipan itu didakwa melakukan penipuan dan suap oleh jaksa penuntut di Amerika Serikat.
Dalam pidato kenegaraannya di parlemen pada hari Kamis (21/11/2024), Ruto mengatakan kesepakatan tersebut telah dibatalkan berdasarkan “informasi baru yang diberikan oleh badan-badan investigasi dan negara-negara mitra”.
Sehari sebelumnya, orang kedua terkaya di India Gautam Adani dijerat dakwaan oleh kejaksaan AS karena melakukan skema suap $250 juta demi bisa mengumpulkan dana investasi di Amerika Serikat.
“Apabila ada bukti yang tidak terbantahkan atau informasi yang kredibel tentang korupsi, saya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas,” kata Ruto dalam pidatonya yang disambut sorak sorai meriah di dalam gedung parlemen, seperti dilansir BBC.
Adani Group rencananya akan berinvestasi $1,85 miliar di bandara utama negara itu dengan imbalan kontrak pengelolaan bandara selama 30 tahun, serta kesepakatan dengan Kementerian Energi untuk membangun jaringan listrik senilai $736 juta.
Kenya dan Adani Group sepakat untuk meningkatkan kapasitas Jomo Kenyatta International Airport, dengan menambah landasan pacu dan terminal penumpang. Kesepakatan ini sangat tidak populer di Kenya dan banyak pihak mengkhawatirkan tentang korupsi.
Kesepakatan tersebut bahkan memicu aksi mogok di kalangan pekerja bandara pada bulan September, karena banyak yang khawatir akan kehilangan pekerjaan.
Ruto mengatakan sekarang pemerintahannya akan mulai mencari mitra baru untuk proyek bandara dan jaringan listrik.*