Hidayatullah.com– Sekelompok militan menyerang sebuah fasilitas keamanan di bagian barat laut Pakistan dengan truk bermuatan bahan peledak dan rentetan tembakan, menewaskan sedikitnya 9 orang anggota paramiliter.
Serangan hari Kamis (14/5/2026) di Bajaur itu menyusul serangan bom mobil dan mortir pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 21 orang di daerah perbatasan dengan Afghanistan yang rawan serangan kawanan militan dan pemberontak.
“Dalam serangan itu, sembilan anggota paramiliter dan 10 militan tewas,” kata seorang pejabat senior keamanan di Peshawar hari Jumat (15/5/2026) seperti dilansir AFP. Dia mengatakan bahwa para pelaku mengemukakan kendaraan bermuatan bahan peledak ke arah pintu gerbang tempat tersebut.
Setelah terlibat baku tembak dengan aparat keamanan cukup lama, para pelaku serangan melarikan diri. Sedikitnya 35 orang terluka dalam insiden itu.
Kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan, yang sangat aktif di kawasan itu, mengaku sebagai pihak di balik serangan tersebut.
Dalam sebuah insiden terpisah di daerah Inayat Killi di Bajaur, tiga personel keamanan terluka ketika sebuah mortir mendarat di dalam area kamp penjaga perbatasan Frontier Corps.
Sebelum insiden di Bajaur, serangan bom mobil pada hari Ahad lalu menewaskan 15 orang di daerah Fateh Khel di Bannu dan serangan mortir pada 7 Mei di sebuah pasar di daerah Thall di distrik Hangu merenggut nyawa 6 orang.*




