Hidayatullah.com– Kanselir Jerman Friedrich Merz, hari Jumat (15/5/2026), mengatakan bahwa dirinya tidak akan menyarankan para pemuda di negerinya untuk merantau ke Amerika Serikat untuk belajar atau bekerja, lapor AFP.
Bulan lalu Merz terlibat perang verbal dengan Presiden AS Donald Trump setelah pemimpin Jerman itu mengatakan bahwa Iran “mempermalukan” Washington di meja perundingan.Menyusul komentar tersebut, Trump — yang mengejek Merz sebagai seorang pemimpin yang buruk — secara tiba-tiba mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menarik pulang 5.000 tentaranya yang ditempatkan di sejumlah pangkalan militer di Jerman.
Dalam sebuah pertemuan Katolik Jerman di kota Wuerzburg hari Jumat, Merz mendapatkan sambutan tepuk tangan meriah setelah berkata, “Saya tidak akan merekomendasikan kepada anak-anakku hari ini untuk pergi ke AS untuk mendapatkan pendidikan dan bekerja.”
Dia menambahkan bahwa iklim sosial saat ini sudah berubah di Amerika Serikat dan bahkan orang dengan pendidikan terbaik di Amerika sangat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Saya seorang pengagum berat Amerika, tetapi saat ini kekaguman saya tidak bertambah,” selorohnya, yang kemudian disambut tawa para hadirin.*




