Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Banyak Pelanggaran Syariat, Jangan Cegah Kemunkaran dengan Cara Munkar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2014 07:16 7:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2014 06:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sudah satu dasawarsa setengah Syariat Islam dicetuskan di  Aceh.  Namun, angka pelanggaran masih sangat memprihatinkan,demikian disampaikan Wadir Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Dr. H Abizal Muhammad Yati, Lc MA.
Menurutnya, pelanggaran terjadi karena lemahnya pemahaman agama sehingga berdampak kepada pembangkangan.

“Lemahnya pemahaman agama sehingga berdampak kepada pembangkangan yang terkadang mereka tidak tau telah mengerjakan kesalahan yang dimurkai  Allah dan ini juga menjadi fenomena akhir zaman berupa diangkatnya  ilmu dengan diwafatkan ulama maka merajalelanya kebodohan yang menjadi cikal bakal lahirnya kemungkaran,” ujarnya dalam pengajian rutin “Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam” (KWPSI) di Rumoh Aceh, Kuphi Luwak, Jeulingkee belum lama ini.

Selain faktor lemahnya pemahaman, faktor kedua, karena orangtua melupakan perannya sebagai pendidik di rumah bahkan sering mencari kambing hitam ketika anak  gagal dalam pendidikan.

Padahal rumah tangga adalah madrastul ula (sekolah pertama) jika ini gagal maka kemungkinan besar pendidikan selanjutnya akan menuai kegagalan, baik gagal dalam biang prestasi maupun gagal dalam pendidikan akhlak, jelas doktor muda dan dosen luar biasa di Pasca UIN Ar-arrniry.

Selain itu karena adanya sekulerisasi dalam pendidikan Islam. Ini inilai sangat berbahaya karena jika dalam pendidikan saja sudha terjadi  minimalis apalagi dalam pengamalan sehari-hari sudah sudah jelas hampir nihil.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dalam pengajian itu, para wartawan sangat antusias. Banyak sekali peserta memberi masukan untuk tegak syariat Islam di Aceh, antara lain ide yang diungkapkan oleh Badaruddin dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh.

Badaruddin terinspirasi dari tertib lalu lintas. ‘’Jika syariat Islam berjalan di Aceh mesti dilakukan rumah tangga tertib syariat.”

Tidak hanya Dakwah Mimbar

Hal ini sesuai dengan penjelasan pemateri yang mengatakan jika syariat gagal di rumah otomatis dalam kumpulan masyarakat tentunya gagal karena pemerintahan desa hingga menjadi sebuah provinsi sampai negara terdiri dari rumah tangga.

Abizal menggiatkan, dakwah dalam segala bidang tidak berfokus pada dakwah mimbar semata. Namun lebih luas  dakwah sampai kepada penyuluhan yang menyentuh ke hati orang awam. Selama ini, para dai atau muballigh hanya berkutat pada pengajian dan tausyiah saja tidak turun ke terminal, Lembaga Pemasyarakatan dan sejumlah tempat yang rawan dan objek dakwah.

“Selama ini kita melihat pemerintah masih setengah hati dalam menjalankan syariat Islam di Aceh. Bukti banyak sekali. Salah satunya, ketika ada bawahannya (baca:Bupati/Wali Kota, red) yang serius menjalankan Syariat tidak ada apresiasi atau penghargaan secara resmi seperti Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Jamal dan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah. Yang kita saksikan hanya ormas Islam yang memperhatikan demikian. Sementara Pemerintah kemana,” tanya Abizal.

Abizal juga mengingatkan tidak mencegah kumunkaran dengan bentuk kemunkaran.

Ketika menanggulangi kejahatan, sebaiknya menjauhi sebisa mungkin hal-hal yang menimbulkan kemunkaran baru.

“Tugas kita bukan melawan orang jahat karena kalau penjahat dilawan  bisa jadi akan bertambah orang jahat baru tapi tugas kita mengajak mereka ke arah yang baik sehingga orang baik semakin bertambah dari hari ke hari.”*/kiriman Mustafa Husen Woyla (Aceh)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 9 Hal Jarang Diketahui tentang Mursy
Tulisan selanjutnya Militer Mesir Kontrol Masjid, Topik Khotbah Jumat akan Diseragamkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?