Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Enam Pemuda Katolik Bersyahadat di Kupang Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2016 18:55 6:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2016 18:50
Bagikan
Keenam mualaf itu terdiri dari tiga pemuda dan tiga pemudi. Tampak saat berfoto bersama tokoh agama dan masyarakat Kupang Barat.
Bagikan

Hidayatullah.com– Suasana di Dusun Boneana, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terlihat lebih ramai dari biasanya, Selasa, 9 Ramadhan 1437 (14/06/2016) siang.

Di Wisma Haji Mabrur, untuk kesekian kalinya digelar prosesi pengucapan dua kalimat syahadat.

Warga tampak ramai menyaksikan prosesi itu. Tidak hanya Muslim. Beberapa warga beragama Katolik ikut menyaksikan masuk Islamnya 6 orang pemuda di wisma tersebut.

Keenamnya terdiri dari tiga putra; Mateus Alves, Jose Menezes, dan Alberto Ximenes, serta tiga putri; Elia Ximenes, Rosa Lia Dosantos, dan Riana Aggraini Bessi.

Di hadapan 40 warga yang hadir, mereka mengucapkan syahadatain di bawah bimbingan ustadz setempat, Mustaqim Dalang.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Rela Tanpa Paksaan

Sebelum prosesi dimulai, Mustaqim mengajukan pertanyaan terlebih dahulu soal kerelaan keempat pemuda itu untuk berpindah agama.

“Apakah ada pemaksaan kepada ade-ade dalam memasuki agama Islam ini?” tanya Mustaqim.

Langsung dijawab secara bersamaan bahwa mereka masuk Islam atas kerelaan sendiri. “Tidak ada paksaan,” ungkap para remaja belasan tahun itu.

Di ruang yang tampak sesak karena ramainya warga, pengucapan syahadat berlangsung dua sesi. Pertama dilakukan oleh tiga remaja putri, kedua oleh remaja putra.

Kesemuanya melakukan syahadat dengan lancar disambut takbir dan senyuman bahagia para warga. Usai bersyahadat, keenam mualaf itu langsung diberikan tambahan nama Islam.

Masing-masing yaitu Nurdin Mateus Alves, Usman Jose Menezes, Mustaqim Alberto Ximenes, Inaya Elia Ximenes, Nur Vadila (awalnya Rosa Lia Dosantos), dan Nur Aggraini Bessi. Mereka pun mengakui kerelaannya atas nama baru itu.

Proses pengucapan syahadat. [Foto: Adianto]
Proses pengucapan syahadat. [Foto: Adianto]
Diantar Orang Tua dan Saudara Katolik

Menariknya, dalam prosesi tersebut, hadir pula orangtua dan saudara-saudara Katolik dari para mualaf.

Inaya Elia, misalnya, ia diantar langsung oleh bapak-ibunya; Alfredo Ximenes dan Sisilda Aparisio. Alfredo mengatakan, Inaya Elia tertarik masuk Islam atas kehendak sang anak sendiri.

Inaya Elia, kata Alfredo, mengungkapkan bahwa ia tertarik dengan Islam karena melihat kakaknya yang sudah lebih dahulu masuk Islam.

“Sekarang (kakaknya) sedang melanjutkan sekolah di Bandung. Dan (Inaya Elia) membujuk saya untuk segera mengucapkan syahadat,” jelas Alfredo.

Usai pemberian nama Islam, acara dilanjutkan dengan pencerahan keagamaan oleh Mustaqim. Ia pun mengajak para mualaf segera mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh. Serta mengatur pola hidup mereka, seperti tata cara makan-minum, sesuai Islam.

“Setelah kita masuk Islam, maka hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana Islam mengatur tata cara dalam beribadah. Dan semua itu harus kita pelajari dengan sungguh-sungguh,” jelas Mustaqim.

Ia menambahkan, aturan dalam Islam itu demi memberi kemudahan bagi Muslimin di dunia dan akhirat.

Proses pengucapan syahadat itu dilakukan secara terbuka, diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan bersyahadat masing-masing mualaf.

Turut hadir dalam acara ini H. Sampurno, Zainudin Halim (tokoh Muslim eks Timor-Timur), Nurdin Potok (Pengurus DPW NTT), dan Rasman (Kepala BMH Perwakilan NTT).

Diberitakan hidayatullah.com, awal Mei lalu di tempat yang sama, seorang remaja Katolik masuk Islam atas kesadaran sendiri. [Baca: Kisah Dosantos, Pergi Bersyahadat Diantar Keluarga Katoliknya]* Kiriman Muhammad Adianto, pegiat komunitas PENA NTT

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di Kupangkatolikkupangmasuk islammualafNTTpemuda non-muslim bersyahadat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Batalkan 3143 Perda, Pemuda PUI: Jokowi Anti Demokrasi
Tulisan selanjutnya 5 Cara Hindari Bau Mulut Saat Berpuasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?