Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Daurah Tahsin dan Tajwid Metode Nurul Bayan Mesir se-Sumsel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2016 18:31 6:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2016 20:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menghafal Al-Quran termasuk upaya untuk menjaga kitab suci ini. Berbagai metode menghafal Al-Quran banyak dicetuskan, salah satunya adalah metode Nurul Bayan dan Fath Rabbani.

Belum lama ini, sejak Senin (26 September – 2 Oktober 2016), bertempat di Kampus Hidayatullah Banyu Asin berlangsung daurah al-Quran Metode Nurul Bayan dan Fath Rabbani dibingbing Syeih Esam Sayyid Muhammad Yusuf, Direktur Arabul Qur’an dan Syeih Kasban Muhammad Rido ditemani Nurman Ardiansyah (penerjemah) yang juga dimuat live PalTV.

Menurut salah satu pencetus metode ini, Syeikh Isham , metode ini sudah banyak diterapkan di banyak Negara. Di Mesir, metode ini diterapkan juga oleh Lembaga Al-Azhar. Metode ini diperkenalkan secara khusus melalui Arabul Qur’an di daerah Manufia, utara Mesir.

“Ratusan anak – anak dari berbagai negara belajar di sana. Mereka tidak dipungut biaya sepeser pun. Selama 12 tahun, daerah tersebut hanya memiliki tiga sekolah anak. Sekarang sudah ada lebih dari 30 sekolah anak,” ujarnya.

“Alhamdulillah, metode ini sudah diterapkan di Masjid Nabawi, Madinah, di Makkah, dan Universitas Al-Azhar, Mesir. Ini adalah metode yang paling mudah untuk mempelajari Al-Quran,” tambahnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Rencananya, ungkap dia, cabang Arab al-Quran akan dibuka di Asia Tenggara, khususnya Indonesia tuturnya.

Yang unik dari metode ini adalah pengejaah huruf hijaiyyah yang di susun rapi dan irobul tajwid sehingga peserta akan lebih mudah dan mutqin dalam membaca Al-Qur’an, terlebih para peserta langsung bisa bertalaqqi langsung kepada Sang Syeih.

Daurah ini merupakan yang pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) yang diikuti oleh para utusan Cabang Hidayatullah mulai dari Palembang sampai Bengkulu bahkan ada dari Aceh dan Jogjakarta.

Ahmad HS, Ketua DPW  Sumsel mengatakan program ini adalah sebuah terobosan baru untuk up grading para dai dan ustadz terkhusus di Sumsel dalam memperdalam Al-Qur’an sehingga diharapkan sekembalinya dari acara ini bisa berbagi dan mengajarkan di cabang masing – masing.

“Insa Allah setiap tahun akan di programkan,” tuturnya.

Istimewanya metode ini memiliki rangkuman tajwid hanya dalam satu poster di dalamnya ada keterangan bagaimana membaca huruf dan tanda bacanya, bagaimana membaca fatah, kasrah, tanwin, mad, dan lainnya. Ada juga keterangan mengenai izhar, idgham, ikhfa, dan lainnya.

Dengan berbekal ilmu tajwid, mereka akan bisa membaca Al-Quran dengan baik. Ilmu ini sudah bisa dikenalkan kepada anak-anak berumur 3 tahun. Pengajarannya tak perlu formal, bisa dilakukan saat anak-anak bermain.

Targetnya adalah sebelum memasuki bangku sekolah anak sudah mampu mengkhatamkan bacaan Al-Quran.

Bukan hanya sekali, ada yang mengkhatamkan lima hingga 10 kali. Sebelum masuk ke jenjang pendidikan kedua, anak sudah mulai menghafal Al-Quran. Ada yang sudah hafal tiga sampai lima juz.

Usia anak adalah saat yang tepat untuk dimanfaatkan mendalami Al-Quran. Metode yang kami gunakan yaitu Nurul Bayan dan Fath Rabbani. Yang pertama adalah mengajarkan anak untuk menghafalkan Al-Quran secara sempurna dengan tajwid. Kami ajarkan bagaimana membaca huruf hijaiyah dengan baik sehingga dapat membaca kalimat-kalimat dalam Al-Quran tanpa ada kesalahan.

Sebagaimana diketahui, Metode Nurul Bayan dan Fath Rabbani juga telah diterapkan di berbagai negara, seperti Prancis, India, Sudan, Kuwait, Yordania, Tunisia, Suriah, dan Arab Saudi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mesir dan juga Al-Azhar telah menerapkan metode ini.

Menurut Syeih Esam Sayyid Muhammad Yusuf, bagi pelajar dan mahasiswa dapat mengikuti program kami selama tiga bulan. Targetnya adalah mengkhatamkan Al-Quran dengan tajwid. Ada juga program yang cepat selama dua pekan. Ini khusus untuk mereka yang sudah bisa membaca Al-Quran.

“Kami juga memiliki program untuk para pengajar Al-Quran. Bagi mereka yang tidak bisa berbahasa Arab dapat mengikuti program selama setengah tahun. Mereka akan diajarkan bagaimana men cetak penghafal Al-Quran,” ujarnya.

“Ini adalah program yang sudah berjalan. Alhamdulillah, program kami sudah tereali sasi dengan baik di India. Cabang kami ada di sana. Di Asia Tenggara kami ingin dapat terlaksana di Indonesia.”

Menurut Syeih Esam Sayyid Muhammad Yusuf, ia berhadap dengan metode ini makin banyak penghafal Al-Quran di muka bumi ini.

“Mereka nantinya akan menjadi pelindung kalam Allah. Jika ada yang mencoba menyelewengkannya maka mereka tidak akan tinggal diam.”

Berdasarkan catatan Arobul Qur’an, sudah lebih dari 1.250 anak di Mesir dan sejumlah negara mampu membaca Al-Quran menggunakan metode ini. Berbagai buku tentang akidah dan Al-Quran diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, seperti Inggris, Prancis, Jerman, India, dan lainnya.

Kami juga mendirikan sebuah sekolah anak-anak atau hadhanah bernama Arab al-Quran, di Manufia, Mesir.

“Anak-anak didik kami berdatangan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka mempelajari dan menghafal Al-Quran.”

“Selama belajar di tempat kami, mereka dibebaskan dari biaya apa pun. Kami pun berdakwah di mana saja dengan mengadakan daurah atau pelatihan tidak memungut biaya sepeser pun. Semuanya gratis. Kami yakin Allah akan membantu kami karena Allah adalah Maha Pemberi rezeki,”ujar Syeih Esam Sayyid Muhammad Yusuf.

“Tentu saja Indonesia adalah negara dengan umat Islam banyak penghafal Al-Quran. Dan tak bisa dimungkiri banyak penghafal Al-Quran dilahirkan di sini. Kami ingin mendorong agar penghafal Al-Quran semakin banyak lagi,” tambahnya.

“Insya Allah kami juga akan memilih penghafal terbaik dalam acara audisi. Nantinya ada puluhan orang penghafal Al-Quran terbaik yang kami seleksi.”

Dalam waktu dekat Yayasan Arobul Qur’an akan hadir di indonesia dan Thailand.*/kiriman Nurman Ardinsyah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arobul Qur'anmenghafal al-Quranmetode menghafal Al-Quranmetode Nurul BayanMetode RabbaniSyeih Esam Sayyid Muhammad Yusuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zero Hunger
Tulisan selanjutnya BAZNAS Harus Mampu Bisa Mengatur Seluruh Lembaga Amil Zakat di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?