Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Ya Allah, Berkahi Pak Polisi yang Menembak Kami!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2016 09:38 9:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2016 12:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bukan tidak lelah, berhari-hari sebelumnya ratusan ribu umat melakukan persiapan, hingga akhirnya berjalan jauh, berdiri sepanjang hari, hingga kala senja tiba, sebagian mulai banyak yang memegang pingganngya, sebagian bibir mengucapkan, “Pinggangku terasa sudah ini.”

Saya termasuk dari satu orang dari sekitar satu juta lautan manusia yang berada di tengah-tengah aksi yang popular disebut Aksi Damai 411 ini. Bersama rombongan lain, saya datang sejak usai shalat Jumat dan bergerak ke tengah lautan manusia yang hanya ingin meminta keadilan ditegakkan. Setelah sejak siang dibangkitkan dengan orasi-orasi bersemangat, tanpa terasa waktu sudah mulai merembet malam.

Saat tiba waktu Maghrib, tanpa komando massa Aksi Damai Belas Islam langsung berinisiatif mengambil air wudhu dengan bekal air mineral yang mereka bawa. Sholat Maghrib pun dilakukan di jalan dengan alas yang bisa dimanfaatkan. Ada spanduk, koran bekas, kain sorban, dan jaket.

Usai mendirikan sholat Maghrib, Habib Riziq kembali menyampaikan orasinya dan suara dapat terdengar jelas bagi massa yang berada tepat di depan Gedung Mahkama Konstitusi (MK). Orasi itu memberikan asa yang kuat bahwa tidak mungkin polisi akan melukai massa, apalagi ini untuk membela Al-Qur’an.

Namun, setelah beberapa ulama naik ke panggung dan menyampaikan orasinya, tiba-tiba dentuman tembakan gas air mata diluncurkan. Sebelum tembakan itu terlepas, sempat ada provokasi entah dari mana.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dari pengeras suara, massa yang berada di depan MK hanya bisa mendengar, “Yang sebelah kiri, tahan-tahan. Jangan lakukan tindakan apapun. Komando ada dari sini. Jangan ada suara lain. Ya Abdallah, jangan ada suara lain, selain di sini. Tahan-tahan, kita aksi damai, revolusi damai,” ucapnya.

Di tengah suara dentuman,  Habib Rizieq masih mengajak massa tenang. “Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi!”

Namun saat tembakan itu tak berhenti-henti, dari pengeras suara juga terdengar, “Pak Polisi, jangan tembaki mahasiswa itu, jangan tembak, mereka saudaramu, sebangsamu.”

Tidak lama kemudian, massa yang berada di sepanjang jalan Gedung MK berkali-kali dibuat kaget dan panik, pasalnya dari depan mulai banyak korban berjatuhan. Ada yang dibopong, ditandu dan sebagian menggunakan ambulance.

“Kasih jalan-kasih jalan,” teriak mereka yang mengamankan peserta aksi damai yang terluka.

Massa di depan MK tetap berada di tempat. Kala itu, pengeras suara masih terdengar jelas. “Tahan, jangan maju, jangan mundur, tahan,” suara koordinator aksi, Munarman menegaskan.

Massa pun taat, tetap di tempat. Namun beberapa saat kemudian, teriakan, “Kasih jalan-kasih jalan” kian sering melintas yang kedatangannya tentu saja mengubah posisi berdiri massa, karena harus dengan cepat memberikan jalan.

Tidak lama kemudian, asap dari gas air mata sampai juga di Gedung MK. Peserta yang membawa pasta gigi langsung membagikan dan mengusapkannya di pipi sampai bawah kelopak mata dan mulai menggunakan masker. Tetapi, semua itu tidak berfungsi apa-apa.

Asap itu tetap menyergap mata dan hidung peserta aksi damai di depan Gedung MK. Mata mulai perih dan dada terasa sesak. Massa pun perlahan mundur, meski beberapa kali ada intruksi untuk bertahan. Namun, teriakan “Kasih jalan” yang menandakan semakin banyak korban dievakuasi, dan mata yang mulai tak mampu menahan perih, menjadikan sebagian massa perlahan mundur.

Seorang peserta muda tiba-tiba berkata, “Kenapa ya, polisi seperti ini, tega banget. Ulama-ulama kami ditembaki, beberapa menjadi korban. Ya Allah, kenapa mereka tidak punya empati kepada umat Islam,” ucapnya dengan nada kecewa dan tidak mengerti.

Dor! Pak Polisi, Jangan Tembaki Ulama Kami

Tembakan terus dilakukan, dor-dor-dor, sehingga sebagian berkata, “Ini belum seperti di Palestina, tapi dentuman itu sudah cukup mengerikan bagi kita. Ya Allah, lindungi kami-lindungi kami,” ucapnya.

Ternyata benar apa yang disampaikan seorang sahabat yang cukup mengenal masalah penanganan aksi dari kepolisian tepat pada pukul 15:30 WIB.

Tiba-tiba ada pesan whatsApp saya masuk, “Ini bukan hoax. Sy menyaksikan personel Brimob sdh mendekat dr gerbang timur Monas. Sdh mengenakan peralatan pengendali huru-hara. Antisipasi, hati2. Semoga Allah menentramkan hati para demonstran dan aparat keamanan.”

Sahabat saya itu kemudian kembali mengirim pesan dan mengingatkan bahwa batas waktu demonstrasi adalah pukul 18.00 WIB. Pesan ini membuatku lebih waspada.

Dan, terjadilah apa yang tidak kami harapkan. Kala itu konsentrasi massa terpecah dan berhasil dipukul mundur. Dengan banyak ambulance hilir mudik mengevakuasi korban tembakan gas air mata.

Aspirasi umat tidak disambut dengan selayaknya. Mungkin aparat sudah bekerja dengan lelah dan sesuai prosedur mereka harus menjalaninya. Hanya ada pertanyaan dalam hati saya, tidakkah komandan mereka mengerti bahwa yang datang adalam lautan manusia yang bisa panik dan banyak melahirkan resiko yang tak diinginkan.

Simpatik

Sejak Subuh hingga sholat Maghrib saya menyaksikan Aksi Damai Bela Islam ini sungguh sangat simpatik. Penyematan islah ‘damai’ dalam aksi sungguh sangaat tepat.

Sampai waktu yang diberikan pemerintah, acara  berjalan sangat tertib, damai dan penuh kesantunan. Selain itu dalam panggung utama, para ulama sudah setiap saat memberikan ‘permohonan’ agar pihak keamanan tidak melakukan apapun yang bisa melukai peserta Aksi Damai Bela Al-Quran ini. Tetapi begitulah,  peluru berisi gas air mata itu terus ditembakkan ke lautan manusia.

Pemandangan simpatik juga dipertunjukkan kepada hampir banyak peserta dari berbagai jenis. Bahkan sebagian peserta ada yang berinisiatif membawa kantong sampah dan merelakan dirinya sebagai pembersih sisa makanan dan minuman peserta yang lain.

“Awas sampah, sampah, ayo kumpulkan, nanti ada wartawan masukkan berita sampah demo,” teriaknya menyindir Aksi Bela Islam I di mana banyak media sibuk meliput ada sedikit taman yang rusak namun mengabaikan suara dan tuntutan umat Islam.

Sebagian juga tidak lelah mengingatkan agar peserta aksi damai tidak menginjak rumput dan taman.

“Awas jangan injak rumput, jangan sampai rusak taman, nanti dimasukkan ke tivi tipu,” teriaknya berulang kali setiap ada taman dilalui orang.

Namun situasi aman dan damai itu agak cidera karena reaksi tembakan-tembakan gas air mata. Sebelum meninggalkan lokasi yang sudah mulai agak ricuh, saya berdoa sambil berjalan menuju posko rombongan kami. “Ya Allah, berkahilah bapak Polisi yang begitu merasa perlu menembakkan gas air mata kepada umat yang ingin mengadu pada presidennya karena tak ingin agamanya dilukai. Ya Allah jangan sampai  Engkau turun tangan pada mereka atas pengaduan umat ini di Hari Kiamat nanti!”*/Imam Nawawi, peserta Aksi Damai 411

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokAhok Mengina AlquranAksi Bela Al-Quranaksi bela IslamBasuki Tjahaja Purnamapenistaan agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belum Ada Kesepakatan Antara GNPF-MUI dengan Presiden
Tulisan selanjutnya Perlukah Membela Agama Islam?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?