Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Wakaf Harus Menjadi Gaya Hidup Anak Muda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2022 08:29 8:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2022 08:20
Bagikan
PP Modern Darussalam Gontor Ponorogo berkembang dari Wakaf
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakaf menjadi strategi efektif menyemarakkan literasi dan keilmuan Islam. Dukungan materi dan non-materi yang ikhlas akan menguatkan kesadaran masyarakat luas untuk membangkitkan keilmuan Islam.

Anggota Forum Silaturahim Kiai Muda Jawa Tengah KH Anis Maftuhin menjelaskan pada era Abbasiyah (750-1517 M) banyak penderma yang mewakafkan hartanya untuk meramaikan keilmuan Islam. Khalifah Harun Ar-Rasyid (766-809) dan anaknya Al-Makmun (786-833) membangun sentra keilmuan Baitul Hikmah sehingga riset, diskusi, dan penerbitan buku, terselenggara dengan baik.

Hal sama juga dilakukan banyak penguasa dinasti Islam seperti Umayyah di Andalusia (abad ke-10 sampai ke-15) kesultanan Mamluk (Abad kesebelas hingga ke-19), dan Turki Usmani (1299-1922). Buku-buku karangan ulama di kawasan tersebut disebarkan menjadi bacaan masyarakat dan merebakkan atmosfer keilmuan kala itu.

Hal itu berdampak pada taraf hidup yang meningkat: masyarakat menjadi cerdas dan beradab, kesejahteraan meningkat, banyak sekolah terbangun dan ramai pelajar, kata Kiai Anis. Kala itu, peradaban Islam disegani banyak kawasan.  Peradaban Islam juga menjadi hub yang mendistribusikan banyak ilmu ke kawasan Barat yang kala itu masih berada pada masa kegelapan.

“Wakaf menyemarakkan literasi Islam tak hanya dengan uang, tapi juga segala sumber daya yang kita miliki,” kata Anis dalam diskusi sederhana di Kantor Penerbit Rene Turos Indonesia Jakarta pada Selasa 11 Januari 2022.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Ada yang mewakafkan lahan untuk pembangunan sentra keilmuan. Ada pula wakaf profesi: dokter mewakafkan praktiknya pada hari tertentu untuk kesehatan santri, dosen mewakafkan ilmunya dalam satu atau dua kesempatan untuk pengetahuan jamaah masjid, notaris mewakafkan profesinya dalam satu atau dua akad jual beli untuk pembangunan sekolah, pengusaha mebel mewakafkan produknya untuk interior aula pesantren, dan banyak lagi.

Gaya hidup semacam ini harus dilestarikan. Generasi tua harus mengarahkan pemuda untuk membiasakan dirinya berwakaf, khususnya untuk pengembangan ilmu karena tradisi semacam ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir sampai kiamat.

Kiai Anis menceritakan pengalamannya mengasuh santri dan membangun Pesantren Wakaf Literasi Islam (Wali) di Desa Candirejo Tuntang Salatiga Jawa Tengah. Pesantren itu dibangun dari jerih payah wakaf banyak orang.

Pada 2016 pesantren itu didirikan, kini terus berkembang dengan jumlah santri mencapai ratusan anak. Ratusan santri wali dididik berakhlak mulia dan mendalami ilmu pengetahuan.

Sejak awal mereka dibiasakan beribadah, menghormati guru dan orang tua, bertutur kata santun, dan rendah diri. Kemudian mengaji kitab dan ilmu-ilmu Islam dengan metode modern, sehingga cepat menguasai ilmu nahwu, sharaf, pandai membaca dan memahami kitab kuning yang merupakan sumber keilmuan Islam.

Mereka juga dilatih berpidato menjadi pemimpin shalat dan organisasi, sehingga mempunyai kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang baik. Berbekal kemampuan tersebut, para santri nantinya akan cakap meneruskan dakwah Rasulullah ﷺ, menyebarluaskan literasi Islam, menguatkan wasathiyah dan persatuan.

“Kami berdoa kepada Allah agar mereka menjadi generasi berakhlak mulia, cinta Indonesia, dan berilmu, sehingga akan menjadikan bangsa kita semakin disegani,” kata Kiai Anis.

CEO Rene Turos Indonesia Lukman Hakim Arifin mengatakan pihaknya membiasakan diri mewakafkan sebagian perolehan perusahaan untuk pembangunan keilmuan Islam. Tahun ini pihaknya mewakafkan uang Rp 36 juta untuk pembangunan sarana pesantren Wali.

Kegiatan filantropi ini juga menjadi awal memasuki tahun 2022 yang penuh tantangan. Dengan wakaf yang disertai keikhlasan, pihaknya optimistis tahun ini akan lebih banyak menginspirasi ekosistem perbukuan.

Pihaknya berharap semakin banyak orang melakukan wakaf untuk meramaikan dakwah keilmuan Islam. Harapannya banyak orang menjadi tercerahkan dengan kearifan Islam yang merupakan sumber wasathiyah dan kemuliaan hidup.*/kiriman Edy Nasrul (Jawa Tengah)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak mudaPemudawakafwakaf pendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sadaka Tası, Jejak Tradisi Masyarakat di Era Usmani
Tulisan selanjutnya Bupati Pamekasan Kolaborasi dengan Roumah Wakaf Berdayakan Petani Melalui Tanam Pisang Cavendish

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?