Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

STISHID Gelar Seminar Jaga NKRI dari Ancaman Syiah di Balikpapan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 Maret 2015 11:02 11:02 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 Maret 2015 07:57
Bagikan
Seminar jaga NKRI dari ancaman Syiah oleh STIS Hidayatullah
Bagikan

Hidayatullah.com– “Menjaga Kesatuan NKRI, Membuka Mata Masyarakat tentang Ancaman Syiah.” Beginilah bunyi spanduk yang terpampang tepat di muka podium, pada acara seminar umum yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Hidayatullah (STISHID) Balikpapan, Sabtu (28/02/2015).

Bertempat di Masjid Istiqomah Balikpapan, Kalimantan Timur, acara ini sangat menyedot perhatian dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai kalangan mahasiswa, PNS, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya.

Terbukti dengan jumlah peserta seminar yang mencapai kurang lebih 900 peserta. Begitu pula dengan tema yang akan diulas pada seminar kali ini, mengambil topik pembahasan yang sedang hangat dibicarakan banyak orang, dan langsung menyangkut pada pembahasan aqidah dan syari’ah.

“Tak hanya masyarakat awam, kita sebagai santri saja bisa menjadi sasaran empuk Syiah, apalagi jika aqidah yang kita miliki masih setengah-setangah,” ungkap Lia Hariyati, salah seorang panitia, sembari menyodorkan daftar hadir bagi peserta seminar perempuan pagi itu.

Acara seminar ini juga menggandeng berbagai institut untuk bekerjasama atas kelancaran jalannya seminar ini. Yakni, Pemkot Balikpapan, perwakilan daerah (PD) Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Balikpapan, dan Uayasan Dhoifah Balikpapan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Acara dimulai pukul 08.30 WITA. Diawali beberapa sambutan dari pihak yang mendukung dan menyambut baik seminar tersebut. Sambutan pertama disampaikan oleh ustadz Kusnadi, M. Hum selaku Ketua Penyelenggara Seminar.

“Saya berharap atas terlaksananya seminar ‘ancaman Syiah’ ini (kita) dapat mengetahui lebih mendetail lagi tentang penyimpangan yang mereka rencanakan,” ujar Kusnadi.
Sambutan kedua dibawakan oleh HM Jaelani mewakili Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan. Jaelani juga turut mengacungkan jempol atas terlaksananya seminar ini.

“Momen-momen seperti inilah yang dapat menjadi ladang dakwah bagi kita untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, yang mana itu juga menjadi tugas wajib seorang Muslim, yakni amar ma’ruf nahi munkar,” tukas Jaelani.

Dukungan Pemkot Balikpapan
Pada sambutan terakhir, moderator mempersilahkan Kabag Kesra Pemkot Balikpapan, Hasanuddin, yang diutus untuk menggantikan Walikota Balikpapan. Hasanudin pun sangat memberikan apresiasi atas terselenggarakannya seminar anti Syiah.

“Harapan saya atas berjalannya seminar ini adalah dapat bersatunya ukhuwah umat Islam khususnya di Indonesia ini. Agar dengannya kita umat Islam memiliki benteng pertahanan aqidah yang kokoh,” ujar Hasanuddin.

Pukul 09.00 WITA, Sugianto sebagai moderator acara mempersilahkan pemateri pertama, Prof Dr H Mohammad Baharun, SH, MA untuk mengulas materinya selama 45 menit ke depan.

Antusias umat Islam di Balikpapan mengikuti seminar ancaman Syiah bagi NKRI [Dok. STISHID]
Antusias umat Islam di Balikpapan mengikuti seminar ancaman Syiah bagi NKRI [Dok. STISHID]
Ini merupakan sesi inti bagi seluruh peserta seminar yang ingin memahami lebih dalam atas ancaman Syiah. Dalam penyampaiannya, Baharun memaparkan persoalan aqidah dan ancaman-ancaman yang semakin meningkat pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Yang mana, katanya, kian waktu semakin banyak penganut ajaran Syiah yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia ini.

“Saya katakan bahwa Syiah bukanlah agama islam. Syiah sesat,” tandas Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat ini menggebu-gebu.

Baharun menjelaskan, kelihaian pergerakan Syiah di Indonesia, selain karena aqidah umat Islam yang belum kokoh, juga penyamarannya dalam merekrut kader Syiah.

Mereka, katanya, akan menyanggah ketika dituduh sebagai Syiah yang sesat. Mereka malah balik mengaku bahwa Syiah yang mereka anut tidak seperti ini dan itu, namun Syiah kami benar.

Padahal sekali lagi, tegas Baharun, Syiah yang kini telah menyebar di Indonesia adalah sesat.

Disela-sela penyampaiannya, Baharun juga memperkenalkan buku panduan yang telah diterbitkan oleh MUI pada Maret 2014 lalu, berjudul Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia.

Peta Syiah
Pemateri kedua adalah Ustadz Nurul Azmi Al-Banjary, yang memaparkan ulasan-ulasan tentang penyimpangan Syiah selanjutnya. Ustadz Nurul menjelaskan tentang penyimpangan Syiah mulai dari dasar yakni mengapa Syiah itu berbahaya.

Hal ini, jelasnya, terjadi karena mereka meyakini adanya imamah, yang mana keberadaan Islam belum sempurna sebelum ada 12 imam (setelah Nabi SAW).

Yang lebih sesatnya lagi, jelas Ketua Komunitas Pecinta Ahlul Bait dan Sahabat Nabi SAW tersebut, Syiah menganggap bahwa imam-imam mereka maksum.

“Syiah menganggap bahwa orang-orang Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) adalah kafir. Syiah sekarang sedang mempersiapkan diri untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Syiah, dan disaat mereka kuat siap-siap kita akan di bantai oleh mereka,” ungkap ustadz Nurul Azmi.

Pemateri selanjutnya, Ustadz Bahrul Ulum, menayangkan slide power point yang menampilkan peta letak persebaran Syiah di Indonesia. Bahrul pun mengungkap berita dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang banyak dari anggotanya yang sekarang sedang menggandruni ajaran sesat Syiah.

Diulas juga beberapa kelicikan Syiah terhadap kaum muslimin di dunia ini yang semakin meresahkan masyarakat.

“Target Syiah adalah mereka tidak akan pernah berhenti sebelum menguasai tanah Haram (Mekkah dan Madinah),” papar Bahrul selaku wartawan senior majalah Suara Hidayatullah.

Sesi selanjutnya adalah materi diskusi berupa pertanyaan dari para peserta yang dijawab langsung oleh ketiga pemateri secara bergantian.

Tepat pukul 11.45 WITA, seminar yang kedua kalinya di Balikpapan ini –setelah sebelumnya di Masjid Namiroh Balikpapan– segera ditutup oleh moderator, mengingat waktu shalat Dzuhur kurang 30 menit lagi.

“Saya sangat bersyukur pada Allah atas terlaksanakannya seminar ini dan terima kasih juga atas bantuan teman-teman panitia yang lain,” timpal Baso Zulfikar selaku Ketua Panitia dalam acara seminar tersebut sembari tersenyum lega.

Rika, salah satu peserta seminar ini, merasa sangat bersyukur atas keikutsertaannya dalam seminar ini.

“Saya akan jeli sekarang dalam menilai sebuah ajakan apalagi itu besifat memaksa, takutnya kalau tiba-tiba Syiah, nah loh,” ungkap wanita yang kini berprofesi sebagai perawat di Kampung Baru, Balikpapan.* R Hudayani/mahasiswi, peserta klub jurnalistik STIS Hidayatullah

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Milad Ke-18 FLP Selenggarakan Dialog Kebudayaan
Tulisan selanjutnya Ushul fikih, Metode Ilmiah Peninggalan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?