Hidayatullah.com– Melawan praktik lintah darat atau dikenal rentenir menjadi salah satu konsen para pengusaha Muslim di Aceh. Hal ini terungkap dari penyampaian Ketua Forum Pengusaha Muslim Indonesia (Indonesian Islamic Business Forum/IIBF) Regional Aceh periode 2012-2022, Putra Chamsah.
Pengusaha yang pernah menjabat kepala cabang bank syariah di Aceh ini menuturkan, gerakan pemberantasan renterir dilakukan IIBF Aceh melalui Koperasi Syariah Baitul Misykat. Mulanya koperasi ini bermodalkan infak jamaah sebesar Rp 8.400.000 dan hingga saat ini telah berkembang mencapai Rp 1,1 miliar.
Lewat koperasi itu, tuturnya, sebanyak 297 orang pedagang kecil di Aceh telah dibantu. Mereka tersebar di sembilan pasar kawasan Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Blangpidie, Subulussalam, Kutacane, dan Takengon.
Hal itu diungkapkan dalam acara Musyarawarah Wilayah (Muswil) ke-2 IIBF Aceh yang digelar di Hotel Kumala, Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, pekan ini.
Salah seorang Dewan Pembina IIBF Aceh, Masrul Aidi, turut mengungkapkan peran para pengusaha Muslim dalam upaya melawan rentenir di Aceh tersebut.
Ia mengatakan, peran IIBF Aceh selama ini sangat berarti bagi masyarakat khususnya dalam memperjuangkan sistem ekonomi Islam. Peran itu antara lain lewat gerakan memberantas rentenir dalam bentuk Koperasi Syariah Baitul Misykat. Gerakan ini, jelasnya, aktif memberantas rentenir dan memberdayakan Nyak-nyak pedagang kecil sejak 2016.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada ustadz-ustadz Dewan Pembina, jamaah, dan anggota pengurus IIBF Aceh yang selama ini telah mendukung kami dalam mendakwahkan sistem ekonomi Islam di bumi Aceh,” ujar Putra dalam sambutannya pada acara itu sebagaimana rilis diterima hidayatullah.com semalam, Kamis (06/01/2022).
Dalam muswil 2 tersebut, Putra yang telah memimpin IIBF Aceh selama dua periode, menyampaikan laporan pertanggungjawabannya. Selain tentang upaya pemberantasan praktik rentenir di Aceh, ia antara lain menyebutkan bahwa IIBF Aceh juga menginisiasi berdirinya toko swalayan yang fokus memperkenalkan produk lokal Aceh. Toko ini dididirikan melalui PT Hareukat Berkah Tamita dan telah memiliki dua outlet di Banda Aceh.
Ia berharap pengurus IIBF selanjutnya meneruskan ikhtiar membangkitkan ekonomi umat lewat IIBF Aceh.
Sekjen IIBF Pusat Jamhur Abdullah menyampaikan, peran IIBF Aceh selama ini sudah luar biasa. “Aceh punya banyak kelebihan terutama dengan syariat Islam dan seluruh lembaga keuangan sesuai syariah,” ujarnya.
Selain diikuti puluhan anggota pengurus, acara ini juga dihadiri Dewan Pembina IIBF Aceh lainnya seperti Masrul Aidi, Zul Arafah, Muhammad Hatta Selian, dan Mizaj Iskandar Usman.
Dalam Musyarawarah Wilayah (Muswil) ke-2 ini, Muhammad Khusaini Amri terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Forum Pengusaha Muslim Indonesia atau Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Regional Aceh periode 2022-2026.
“Terima kasih atas kepercayaan pengurus, khususnya kepada guru saya, Bapak Putra Chamsah yang telah membuka pikiran saya tentang sistem ekonomi Islam. Mohon dukungan guru-guru kami di pembina dan teman-teman pengurus agar saya dapat melanjutkan estafet kepemimpinan IIBF Aceh dengan lebih baik dan berkah,” ujar Khusaini Amri dalam sambutannya di acara pada Rabu malam (04/01/2022) itu.*
Baca juga: Khusaini Amri Terpilih sebagai Ketua IIBF Aceh pada Muswil 2