Hidayatullah.com–Pemerintah Arab Saudi terus giat membangun sejumlah sarana untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah yang hendak menjalankan ibadah haji. Tak urung, perluasan Masjidil Haram yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi berdampak langsung terhadap ketersediaan pemondokan bagi jamaah haji. Namun, Muasasah Asia Tenggara bertekad untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia, dan negara-negara Asia Tenggara.
“Muasasah Asia Tenggara sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Arab Saudi tetap berupaya memberi pelayanan terbaik bagi jamaah haji asal Indonesia, dan seluruh dunia,’’ ujar Ketua Muasasah Asia Tenggara, Zulhair bin Abdul Hamin Sedayu dikutip Media Centre Haji (MCH).
Saat ini, di sekitar masjidil Haram sedang gencar dilakukan pembongkaran gedung-gedung. ‘’Pada dasarnya perluasan Masjidil Haram itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji,’’ ungkapnya.
Dalam acara silaturahim antara petugas haji Indonesia dengan Muasasah Asia Tenggara di Grand Hotel Tayseer, Sabtu (29/09/2012) malam, Zulhair mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pemondokan yang layak dan nyaman untuk ditempati jamaah haji selama tinggal di Tanah Suci, Makkah.
“Kami telah menyiapkan 108 maktab untuk pemondokan jamaah haji asal Asia Tenggara,’’ kata Zulhair. Indonesia menyewa 70 maktab dengan jumlah rumah mencapai 339 unit yang bisa menampung 198.272 jamaah. Pemondokan jamaah haji Indonesia tersebar di 11 sektor dan 14 wilayah.
Pemerintah Arab Saudi juga membangun terowongan kedua dan ketiga untuk mencegah kejadian musibah haji di Mina berulang.
“Kini terowongan ketiga sedang dalam proses pembangunan untuk memudahkan upaya proses haji,” kata Zuhair.
Selain itu penambahan sarana dan prasarana MCK (mandi, cuci, kakus) di Arafah, Mina dan Muzdalifah juga sedang berlangsung dengan membuat bangunan bertingkat dari yang telah ada sekarang, tambah dia.
Sebelum ini, terowongan Haratul Lisan Mina tahun 1990 menjadi lokasi tragedi haji, saat itu sekitar 1.500 anggota jemaah haji meninggal dunia karena berdesakan di terowongan yang menjadi jalan keluar masuk jemaah yang melempar jumrah.
Zulhair juga mengatakan, Muasasah Asia Tenggara siap menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia, dan Asia Tenggara.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia dan Asia Tenggara, ‘’ kata dia. Setiap tahun, kata dia, selalu terdapat penambahan layanan yang diberikan muasasah kepada jamaah haji.
Tahun lalu, kata dia, Muasasah Asia Tenggara menyediakan Call Center yang setiap tahun akan ditingkatkan terus untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia. Pihaknya telah menggelar workshop utnuk meningkatkan layanan bagi para tamu Allah SWT, baik dalam bidang perumahan maupun transportasi.
Jamaah Indonesia
Jamaah haji Indonesia mulai memasuki Makkah pada Ahad (30/09/2012). Sebanyak 12 kloter tiba di kota Makkah pada siang dan malam hari. Sebanyak delapan kloter dari embarkasi Medan, Palembang, Solo, Batam, Surabaya, Jakarta (Jabar), Banten, dan Jambi tiba pukul 12.00 Waktu Arab Saudi.
Sedangkan, empat kloter dari embarkasi Lombok, Padang, Ujungpandang, dan Kaltim tiba pada malam hari, sekitar pukul 19.30 hingga 22.30 Waktu Arab Saudi. Kedatangan jamaah haji Indonesia itu disambut pihak Muasasah Asia Tenggara dan petugas haji Indonesia.
Para tamu Allah SWT itu langsung ditempatkan ke pemondokan yang tersebar di Sektor I, IV, II, X, dan XI. Total jamaah haji yang pertama tiba di kota Makkah mencapai 4.800 jamaah.*