Hidayatullah.com– Wartawati Radio Australia di Washington, melaporkan bahwa menurut Israel, tujuan pembuatan tembok pengaman-raksasa itu adalah untuk mencegah masuknya pejuang Palestina. Namun pihak Palestina sendiri mengatakan, tembok itu dimaksudkan untuk menyekat rakyat Palestina agar jangan sampai mempunyai tanah atau memperoleh nafkah.
Sharon mengatakan, ia akan berusaha mengurangi dampak pembangunan tembok-pengaman tersebut terhadap warga Palestina, tapi pembangunan harus berjalan terus, kata Sharon.
Tetapi Presiden Amerika Serikat, George Bush, mendesak Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, agar dalam melaksanakan pembangunan itu perasaan pihak lain juga perlu diperhatikan.
Menurut laporan sebuah berita Islam, sandiwara terbaru itu sekaligus menimbulkan kemarahan di kalangan pegawai Palestina yang menuduh Israel telah sengaja melakukan halangan keamanan dan pelaksanaan peranjian damai.
Selepas Bush menjamin akan memberikan komitmen sepenuhnya kepada keselamatan Israel, Sharon mengatakan, tembok pemisah yang disebutnya sebagai tembok keselamatan itu akan terus dibangun dengan usaha untuk memperkecil pergolakan dalam kehidupan sehari-har penduduk Palestina.
Jumaat lalu, Bush mengatakan tembok itu satu masalah terhadap proses kedamaian tetapi memberitahu Sharon bahwa dirinya menganggap pembangunan tembok tersebut sebagai isu sensitif bagi Israel, tulis AFP.
Ahad lalu, Israel mengumumkan ia akan membebaskan 540 tahanan Palestina dalam penghujung minggu ini diantaranya 210 orang itu adalah anggota gerakan Hamas dan Jihad Islam.
Bagi pemimpin perjuangan Palestina, tindakan Israel itu tidak lah adil, sebab ada sekitar 6000 tahanan Palestina yang masih diperkirakan dalam penjara Israel. (afp/abcn)