Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Razia Mahasiswa Berwajah Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2003 10:24 10:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2003 10:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semenjak peristiwa Mariott minggu lalu, Aparat keamanan Australia secara serentak melakukan pemeriksaan di beberapa stasiun-stasiun kereta api. Beberapa stasiun yang digeledah adalah stasiun pusat kota, Petersham, Macdonald town dan Summer Hill, di mana selama ini dikenal sebagai stasiun sibuk yang selama ini dipenuhi penumpang asal Asia.

Yang mengejutkan, pemeriksaannya aparat federal Asutralia justru difokuskan kepada warga, terutama pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Banyak ras Asia memprotes perlakuan aparat Australia ini.

Tapi, Dennis Richardson, Direktur Jendral Organisasi Intelijan Keamanan Australia pada hari Rabu 13 Agustus 2003 mengungkapkan, bahwa serangan lebih mengerikan dari peristiwa 11 November sangat mungkin terjadi di Australia dan hal ini hanya menunggu waktu.

Dengan alasan itu, aparat keamanan Autralia dengan seenaknya melakukan penggeledahan terhadap orang-orang, terutama berwajah Indonesia meski telah diprotes berbagai kalangan.

Rabu, 13 Agustus, dan hari-hari berikutnya dengan alasan adanya laporan dari masyarakat bahwa kemungkinan besar ada empat orang yang dicurigai (disinyalir ber-ras micronesia) berencana akan meletakkan ‘paket yang mencurigakan’ (fihak intelijen tidak mau menyebutkan apa isi paket tersebut) di atas salah satu kereta api di Sydney train Network, Sydney.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Alih-alih meredam masyarakat, Asisten Komisaris Polisi Dick Adams menekankan kepada wartawan setempat bahwa, ia ingin keadaan aman, dan ancaman tidak akan secara normal hingga polisi Austria bertindak mempertinggi siaga dan keamanan.

“Keamanan menakutkan tidaklah dihubungkan dengan terrorisme,” ujarnya meyakinkan wartawan 14 Agustus lalu.

PM Australia, John Howard sendiri pada berbagai media massa mengungkapkan, dirinya tidak bisa menolak pendapat petinggi intelijen itu dan menyatakan dengan tegas.

“Kita (masyarakat Australia) perlu menyiapkan diri kita akan kemungkinan terjadinya serangan teroris di Australia, dan kita akan melakukan semampu kita untuk mencegah hal itu terjadi, namun saya tidak bisa menjanjikan dan menjamin hal itu tidak akan terjadi,” ujarnya

Seorang mahasiswa asal Indonesia yang terkena razia dan sempat diperiksa ditanyai beberapa hal. Diantaranya, nama dan alamat. Aparat bahkan mencatat alamat mahasiswa asal Indonesia itu untuk dilacak lebih lanjut. Tak uruang peristiwa ini makin membuat mahasiswa asal Indonesia makin gelisah.

“Saya rasanya tidak lagi merasa nyaman menuntut ilmu disini. Masak setelah stress dikampus, harus ditambah lagi dengan stress karena dicurigai sebagai teroris,” kata mahasiswa yang tak mau disebut namanya. “kalau begini, rasanya kita-kita jadi pingin cepat pulang…,” tambah mahasiswa lain.

Walaupun ada keluhan dari kelompok masyarakat tertentu, tetapi perlakuan diskriminasi dengan melakukan razia dan pengawasan terhadap orang-orang ber-ras Asia dan Micronesia kelihatannya akan terus berlanjut.

Diskriminasi

Sebelumnya, Oktober tahun lalu, petugas agen Intelijen ASIO melakukan penggeledahan terhadap rumah-rumah warga Indonesia di negeri Kanguru itu dengan mengkait-kaitkan dengan Jamaah Islamiyah, lembaga yang hingga kini belum jelas bentuknya.

ASIO (Australian Security Intelligence Organisation), secara mendadak menggeledah warga negara Australia asal Indonesia di Perth dan di beberapa kota.

Aparat bahkan menggunakan senapan otomatis, penutup wajah, dan peralatan mirip perang. Beberapa orang saksi di tempat itu mengatakan merasa ngeri dan sangat shock melihat peralatan perang dan senjata yang dikenakan para petugas tersebut. Salah seorang yang rumahnya telah digeledah pihak polisi Feredal dan ASIO di kawasan Perth, Jan Herbert, mengatakan sangat shock.

Australia adalah tetangga negara Indonesia yang selama ini mengalami sedikit hambatan hubungan karena pernyataan berbagai pejabatnya yang selalu membuah panas telinga warga Indonesia. Meski secara geografis masuk wilayah Asia, namun secara politis Australia berkiblat dan tunduk pada kepentingan Amerika Serikat. (cha berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bank Islam Thailand Akan Masuk Pasar Bursa
Tulisan selanjutnya Inggris Tarik Diplomatnya Dari Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?