Hidayatullah.com–”Borok” KKN Presiden George W Bush mulai terungkap. The New York Times, Selasa kemarin menyebutkan, perusahaan konsultan yang khusus memberi saran kepada klien-klien yang melakukan bisnis di Iraq, ternyata sebagian besar stafnya adalah orang-orang dekat dan famili Presiden AS itu.
Joe M Allbaugh adalah salah satu pimpinan New Bridge Strategies, perusahaan konsultan tersebut. Allbaugh menjadi manajer kampanye Bush pada pemilihan presiden 2000, dan memimpin Federal Emergency Management Agency sampai Maret nanti.
Harian tersebut menyebutkan direktur-direktur lain, termasuk Edward M Rogers Jr dan Lanny Griffith, pernah menjadi asisten pada pemerintahan Presiden George Bush (ayah W Bush).
Reuters mengabarkan, perusahaan konsultan itu diluncurkan pada saat Bush meminta dana 20,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 173 triliun) kepada Kongres AS, untuk membantu membangun kembali Iraq pascainvasi.
Pemerintahannya menghabiskan 3,9 miliar dolar (sekitar Rp 33 triliun) sebulan, untuk operasi-operasi nonmiliter di Iraq. Sepertiga dari pengeluaran itu digunakan oleh para kontraktor yang menyediakan makanan, perumahan, dan layanan lain, kata koran itu, mengutip pakar anggaran militer Amerika.
Washington telah memberikan kontrak bernilai ratusan juta dolar AS kepada sejumlah pengusaha Amerika, untuk pembangunan kembali Iraq.
Jadi Makelar
John Howland, presiden direktur New Bridge Strategies (NBS), mengatakan perusahaan tersebut tidak bermaksud berupaya mendapatkan kontrak-kontrak dari pemerintahan Bush.
Meskipun demikian, dia mengakui NBS bertindak sebagai makelar untuk memberi saran kepada perusahaan-perusahaan lain yang melakukan bisnis yang dibiayai warga Amerika.
Menurutnya, perusahaan tersebut tidak berusaha memanfaatkan koneksi politiknya dengan Gedung Putih.
Situs internet perusahaan itu mengatakan, jajaran pimpinan telah berpengalaman bertahun-tahun dalam kebijakan publik, telah memegang jabatan-jabatan di pemerintahan Reagan dan dua pemerintahan Bush (Bush senior dan Bush junior).
”Mereka juga secara khusus sangat cocok bekerja sama dengan badan-badan internasional dalam bidang eksekutif, Departemen Pertahanan, USAID, lembaga pembangunan kembali Amerika, dan membina hubungan dengan Kongres.” (sm)