Hidayatullah.com–Semalam, Israel melancarkan serangan ke atas sebuah kamp di Suriah yang dituduhkan menjadi pusat latihan pejuang Jihad Islam selepas serangan berani mati oleh sebuah kelompok pejuang Palestina di Haifa Sabtu (4/10/2003) lalu.
Serangan bom dilancarkan tentara Israel di sebuah wilayah Kamp Ein Saheb, 15 kilometer barat daya kota Damaskus. Israel memuntahkan empat rudal yang langsung menghantam beberapa rumah penduduk.
Meski hingga kini belum ada kabar korban, namun beberapa sumber mengatakan, serangan udara para pasukan Yahudi itu telah merusakkan beberapa rumah dan merenggut korban penduduk sipil.
Jurubicara pejuang Hamas dan Jihad Islam mengatakan, mereka tidak mempunyai anggota di Suriah.
Menurut Israel, serangan bom atas kamp di Suriah itu dianggapbnya merupakan pusat latihan para pejuang Palestina. Israel bahkan berjanji akan menyerang beberapa lagi beberapa lokasi di Suriah, ujar jurubicara Ariel Sharon, Raanan Gissin.
Israel menyatakan, serangan ini akibat buntut dari serangan di Haifa yang mengorbankan 19 warga Yahudi dan 55 lainnya cedera.
Atas tindakan ini, masyarakat internasional mengecam keras serangan Israel tersebut. Presiden Mesir Husni Mubarak dan Kanselir Jerman Gerhard Schröder mengatakan bahwa pelanggaran oleh angkatan udara Israel itu tidak bisa dibiarkan. London dan Paris juga menyebutnya pelanggaran hukum internasional. Sedangkan Suriah kuatir tentang agresi Israel bisa menyulut lingkaran setan kekerasan di seluruh regio.
Meski telah jelas pelanggarannya, Amerika hanya menyerukan Israel dan Suriah meredam ketegangan.
Meski demikian, Israel memperingatkan Suriah bahwa serangan serupa akan dilakukan lagi, jika Suriah memberi tempat persembunyian bagi organisasi anti-Israel.
Agustus, dua bulan lalu, pesawat-pesawat Israel dijkabarkan terbang rendah di atas istana presiden atas istana Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Sebelumnya, tanggal 16 April 2001, pesawat tempur Israel juga telah meledakkan sebuah staisiun radar milik Suriah di Lebanon.
Seperti halnya Amerika Serikat (AS), Israel selalu berdalih menyerang apa-apa yang mereka sebut dengan kelompok teror meski tak pernah ada bukti dan harus wilayah negara lain.
Sebaliknya, Israel tidak mampu melihat perilakunya sendiri tatkala mereka dengan mudah membunuh, membantai dan membolduser rumah-rumah penduduk yang telah hidup sejak ratusan tahun di wilayahnya sendiri. (abcn/bh/sy/ap)