Hidayatullah.com–Sebuah turnamen kalangan muda AS menjelang akhir pekan dianggap meresahkan kelompok Yahudi di kota itu hanya karena pemakaian nama-nama regu yang dianggap terkait dengan kelompok yang selama ini sangat mereka takutnya di Israel.
Beberapa nama regu atau klub dari peserta turnamen bola itu antara lain; klub Intifadah, Soldiers of Allah (tentara Allah) dan Mujahidin. Tak uruang pemakaian nama-nama ini membuta beberapa pemimpin Yahudi menjadi sakit hati.
Intifadah merupakan kelompok pejuang pembebas Palestina atas penjajahan yang dilakukan Israel. Intifadah yang dikenal semenjak tahun 1987 hingga 1993, kemudian menjadi alat berjuang paling ampuh bangsa Palestina untuk mengusir penjajah Yahudi di negara itu.
Dalam perkembangannya kemudian, nama ini terus menangguk sukses digunakan para pejuang Palestina untuk terus melawan Israel
Rabbi Bernie King, yang tinggal di Irvine, mengatakan, pemakaian nama regu tersebut sangat terkait dengan dan berhubungan dengan dengan kelompok Islam.
“Sesuatu yang seperti ini…cenderung untuk mendukung mereka yang yang mempunyai kecurigaan tentang tujuan Islam yang riil,” ujar King seperti dikutip Canadian Press Minggu, 7/12/03 kemarin.
Salah satu dari organisator turnamen itu mengatakan, pemakaian nama dimaksudkan tidak hanya untuk menunjukkan dukungan untuk masyarakat Islam di Timur Tengah, tetapi juga menghadirkan sepak bola.
“Banyak anak-anak dari regu kami adalah berasal dari Palestina,” ujar Tarek Shawky (29) kapten kesebelasan Intifadah. “Kita memiliki rasa kesetiakawanan terhadap para pejuang itu. Ini menyakut hak azasi manusia dan kebebasan dasar,” lanjutnya.
Organisator peserta turenamen, Sabih Gelar mengatakan, dia merasa khawatir akan pemakaian nama-nama itu dan akan meminta para tim untuk merubah nya. ” Itu menggangguku sedikit,” ujar Khan (18). (cp/cha)