Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perusahaan AS Menangkan Kontrak Pembangunan Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Januari 2004 12:38 12:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2004 12:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bechtel National Inc telah memenang penawaran dalam persekutuan dengan Parsons Corp. of Pasadena, California, keduanya mengalahkan Fluor Corp., juga berasal dari California.

Perusahaan raksasa yang berbasis di San Fransisco ini terikat kontrak dengan perusahaan raksasa Halliburton Co. yang telah menerima hak dominasi atas rekonstruksi Iraq pasca perang. Meski demikanin, Halliburton mengatakan ia tidak mengambil bagian dalam penawaran itu.

Jurubicara pengembangan internasional AS, yang menghadiahi kontrak selama dua tahun, mengatakan penawaran dilakukan secara transparan dan kompetitif. Menurut AFP, kebanyakan kotrak menyangkut pembangunan kembali Iraq pasca serangan AS dilakukan sebelum invasi AS dilakukan, pada bulan Maret.

Menariknya, menurut AFP, kebanyakan cara kontrak itu dilakukan dengan sangat tertutup dan dilakukan secara rahasia oleh segelintir perusahaan tertentu, seperti Bechtel dan Halliburton, yang dianggap masih terkait dengan Partai Republik, di mana Bush Bush berkuasa.

Di bawah kontrak baru itu, Bechtel akan melanjut pekerjaan senilai 800 juta USD di Iraq, menyangkut perbaikan jalan, penyediaan air, sekolah, dan pelabuhan udara dan laut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jurubicara USAID mengatakan, sebesar 1 milyar USD dari nilai kontrak baru itu akan dibelanjakan untuk merehabilitasi jaringan kekuasaan Iraq, kerusakan elektrik kronis dan untuk menstabilkan Iraq kembali ekonomi nya. 210 juta USD lainnya akan dibelanjakan pada penjagaan fasilitas kesehatan dan air yang telah dihanncurkan, dan sekitar 109 juta USD akan diperuntukkan untuk perbaikan jalan.

Laksamana David Nash, kepala program management office koalisi pimpinan AS di Iraq mengatakan, AS kini tengah mencari 17 proyek rekonstruksi lain, berharga suatu total 5 milyar USD.

Nash menambahkan, di Pentagon, bahwa diantara 10 kontrak tersebut adalah untuk proyek listrik, komunikasi, transportasi, keamanan, hukum, dan kesehatan. Sisanya tujuh kontrak meliput manajemen proyek jasa. Perusahaan akan memberi waktu 30 hari untuk terhadap permintaan proposal, ujarnya lebih lanjut.

Setahun lalu, selain AS, beberapa perusahaan raksasa Israel juga telah memenangkan tender pengadaan saluran komunikasi dan satelit.

Meski Amerika Serikat berkali-kali menolak bahwa tujuan serangan atas Iraq adalah semata-mata karena ambisi ekonomi, terutama minyaknya, toh akhirnya secara pelan-pelan niat busuk itu terus terkuat. (afp/albawab.com)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trengganu Berencana Terapkan Cara Pakaian Sopan
Tulisan selanjutnya Raja Moroko Lepaskan Wartawan Yang Dipenjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?