Hidayatullah.com–Sekitar 100 pria Amerika mengenakan rok dan pakaian minim turun ke jalan di Manhattan, New York. Mereka meminta kebebasan bagi kaum pria untuk mengenakan rok, sebagaimana halnya kaum wanita
“Kami bukan waria, homoseksual, atau orang yang ‘salah pakaian’,” ujar David Johnson pada New York Times edisi Minggu. “Kami tidak meminta Anda memanggil kami Jean atau Sally. Kami adalah laki- laki yang menginginkan kebebasan serta hak untuk memakai rok.”
Johnson, seorang pensiunan guru asal Poughkeepsie, NY, serta sejumlah pria yang melakukan aksi yang sama dengannya, berjalan melalui beberapa blok dari Guggenheim Museum sampai Metropolitan Museum of Art, kunjungan mereka ke musium tersebut menjadi sebuah pertunjukan di sekitar museum “Bravehearts: Men in Skirts”. Kehadiran mereka sempat membingungkan sejumlah pengunjung musium.
Ingemar Johnsson (39), yang jauh-jauh datang dari Swedia untuk bergabung dengan aksi yang dilakukan akhir pekan lalu, mengatakan kepada Times bahwa pria di Eropa juga memakai rok sampai dengan saat revolusi Perancis, ketika celana menjadi sebuah simbol kemaskulinan. Beberapa pria lainnya dari grup ini juga menambahkan bagaimana pria Skotlandia juga memakai rok dalam pakaian kesehariannya.
“‘Burung’ kaum pria juga cantik, bukan hanya monopoli kaum wanita,” komentar seorang pengunjuk rasa lainnya, Chris Taylor (27) kepada The Times. “Kenapa kaum pria tak bisa mengenakan pakaian dengan gaya dan warna?” [gtr]