Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengamat: ‘AS Lakukan Genosida di Fallujah’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2004 10:40 10:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2004 10:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“AS melakukan pembasmian etnik dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Iraq,” kata kantor berita Anatolia mengutip ucapan Mehmet Elkatmis, yang memimpin komisi hak asasi manusia parlemen.

Elkatmis meminta Washington untuk mengakhiri “pembantaian dan kebrutalan” di Fallujah, yang menjadi sasaran sejak 8 November dari operasi militer AS terbesar sejak diumumkan berakhirnya perang.

Dengan menyebut gambar TV yang menayangkan seorang Marinir AS yang menembak mati seorang yang terluka, warga Irak yang tak bersenjata di sebuah masjid di Fallujah, Elkatmis mengatakan, “pembasmian etnik seukuran itu dilakukan pada masa Musslolini, atau Hitler”, yang menunjuk pada diktator Perang Dunia II, secara berturut-turut, seorang fasis Italia dan Nazi Jerman.

Ketika berbicara di hadapan sidang luar biasa dari komisinya, yang diminta (sidang) untuk membicarakan situasi di Iraq, anggota parlemen itu ingin tahu apakah pasukan AS tidak “menggunakan bom atom” di Fallujah.

“Mereka mungkin menggunakan senjata itu,” katanya, “karena kami diberi tahu bahwa ratusan ribu orang mati di Iraq”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

AKP pimpinan Perdana Menteri Tayyip Erdogan adalah partai konservatif yang memiliki akarnya dalam gerakan Islam yang sekarang dilarang di negara mayoritas muslim tapi sekuler itu. Parlemennya juga tahun lalu memutuskan menolak mengizinkan AS menggunakan wilayahnya untuk membuka front utara dalam perang terhadap Iraq pimpinan Saddam Hussein.

Jajak pendapat rakyat secara berkala menunjukkan bahwa mayoritas melimpah penduduk Turki menentang kehadiran AS di Iraq, yang berbatasan dengan Turki di selatan.

Sementara di Iraq, pasukan AS, kemarin, terlibat dalam pertempuran sengit di “segi tiga kematian” dalam upaya merebut kantong-kantong perlawanan sebelum pemilu Januari nanti, yang akan diikuti oleh lebih dari 200 kelompok politik.

Operasi itu merupakan kelanjutan dari serangan besar-besaran di Fallujah, yang terbesar sejak invasi AS ke Iraq tahun lalu. Kota itu menjadi pusat perlawanan sejak April lalu dan merebut kota itu dianggap penting untuk menyukseskan pemilu tersebut.

Areal yang terletak di antara segi tiga itu –Fallujah, Ramadi, dan Mosul — dihuni oleh kaum Islam Suni yang sangat anti Amerika. Sebagian besar dari 300.000 warga Fallujah telah kabur dari kota itu sebelum serangan dimulai 8 November lalu. Namun dengan masih adanya beberapa kantong perlawanan yang harus direbut, kebutuhan kemanusiaan di dalam kota itu masih belum diketahui. (media indonesia)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berguru di Negeri Kelantan
Tulisan selanjutnya Hakim Malaysia Larang Siswa Bersorban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?