Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kardinal Eropa Meminta Islam disekularisasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 November 2004 09:29 9:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2004 09:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang kardinal Eropa terkemuka menyarankan bahwa Islam tidak akan bisa diterima di Eropa kecuali jika Islam memisahkan secara jelas batasan antara agama dan negara sebagaimana paham Katolik Roma yang masuk setelah revolusi Perancis.

Kardinal Belgia, Godfried Danneels merupakan salah seorang dari kalangan gereja Katolik yang diprediksi akan menjadi pengganti Paus Yohanes Paulus II.

Danneels mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa orang-orang Islam harus lebih fleksibel dalam menginterpretasikan Al Qur’an.

“Menurutku, Islam di Eropa mungkin bisa diwujudkan pasca revolusi Perancis, ” katanya dalam wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar India Satakan.

Namun, para sarjana Muslim mengatakan bahwa Islam tidak mengenal adanya pemilahan antara agama dan kehidupan, Islam menekankan bahwa agama harus menjadi prinsip umum dalam semua aktivitas hidup sehari-hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Islam menuntut agar kita menjalani seluruh aspek kehidupan dalam rangka ketaatan pada Allah. Kita bukanlah para hamba Allah paruh waktu” kata Dr. Muzammil Siddiqi, Presiden the Islamic Society of North America (ISNA) sebuah komunitas Islam di Amerika utara

“Agama kami tidaklah bertentangan dengan akal sehat dan Islam mengakui bahwa para pemeluk agama dan kultur lainpun memiliki banyak hal baik, kita dapat berbagi nilai dan prinsip umum tersebut serta bekerja sama dengan mereka”.

“Tidak ada kontradiksi”

Danneels membantah bahwa meskipun demikian, masyarakat Muslim di Eropa perlu melihat kontradiksi antara ajaran Islam dan saat proses integrasinya ke dalam masyarakat barat.

“Aku berpikir bahwa Islam harus melakukan itu, karena Kristen juga melakukannya, terutama saat di bawah pengaruh Revolusi Perancis. Terlepas dari aspek negatifnya, ada juga nilai positifnya, seperti pemisahan antara gereja dan negara” katanya.

Di sana, masyarakat Eropa yang menawarkan untuk menginterpretasikan kembali Islam menurut dugaan umum tengah meningkat jumlahnya guna membantu memperbesar pengintegrasian Muslim di Barat.

Kelompok utama Kristen Swiss juga menuntut sebuah institut binaan Pemerintah yang ada untuk mendidik Imam-imam Muslim dengan methode pemahaman agama yang luas dan tidak eksklusif di tengah-tengah masyarakat barat.

Saran Godfried Danneels nampaknya sejalan dengan gagasan liberalisasi Islam yang kini sedang dihembus-hembuskan di dunia Islam. (IslamOnline.net/zal)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fallujah, Neraka bagi AS
Tulisan selanjutnya TV Muslim Pertama di AS mulai dinikmati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?