Hidayatullah.com–Dengan membawa idealisme yang ingin diraih, TV berbahasa Inggris yang lahir setelah tragedi 911 itu didirikan oleh Muzzammil Hassan, seorang mantan bankir dan eksekutif pemasaran asli Pakistan, yang datang ke AS pada tahun 1979, seperti dilaporkan oleh kantor berita Reuters.
Hasan menandatangani kontrak dengan Comcast, operator TV kabel terbesar di AS agar tayangannya mudah diakses di seluruh negeri.
Hassan mengatakan bahwa saluran TV ini difokuskan untuk tayangan lifestyle/gaya hidup dan hiburan, termasuk film kartun anak, tayangan yang edukatif dan animasi kisah-kisah Al-Qur’an.
TV ini juga menayangkan berita harian dan kejadian aktual, dengan tetap berupaya menawarkan sesuatu yang obyektif dibanding pesaingnya.
“Pemirsa yang menjadi target kami menyatakan kepada kami bahwa saluran TV asing bagus di satu sisinya, tapi sebaliknya saluran TV lokal bagus di sisi lainnya, “kata Hasan.
Hassan mengatakan bahwa idenya ini datang dari istrinya di bulan Desember 2001 ketika mendengarkan siaran radio di tengah bepergian. “Beberapa komentar yang merugikan selalu ditujukan kepada Muslim sehingga membuatnya (istrinya) merasa bersalah”, katanya kepada Reuters.
“Waktu itu ia hamil tujuh bulan dan ia tak mau anaknya tumbuh dalam lingkungan seperti ini, “tambah Hasan.
Tak uruang, peluncuran TV Islam itu membuat harapan banyak pihak. “Kami harap, pekerjaan ini akan sukses demi kepentingan semua orang AS, “ kata mantan petinju legendaris Muhammad Ali yang telah memeluk Islam sejak 1965..
Saluran ini juga mendapat dukungan kuat dari tokoh-tokoh Muslim terkemuka, yang menganggapnya sebagai cara terbaik untuk menghilangkan image yang keliru tentang Muslim AS.
Nihad Awad, Direktur eksekutif CAIR, sebuah lembaga hubungan antara AS dan Islam, mengatakan bahwa saluran ini membantu mengirimkan pesan yang jernih kepada masyarakat AS tentang esensi Islam yang sebenarnya.
“Itu ide yang bagus, agar kita mempunyai media sendiri, pengaturan waktu sendiri dan mengatur acara untuk anak kita sendiri. Maka dari itu kita dapat menentukan pesan apa yang hendak kita sampaikan, ” ujarnya. (iol/zal_