Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tujuh Marinir Tewas di Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2004 08:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para Marinir yang tewas itu terlibat tembak-menembak dalam berbagai kejadian di Provinsi Anbar Minggu, satu kawasan luas di Iraq Barat di mana terletak kota-kota bergolak, Fallujah dan Ramadi, kata sumber militer Senin. Pertempuran itu merupakan yang paling mematikan bagi pasukan AS setelah delapan Marinir tewas oleh bom mobil bunuhdiri di luar Fallujah 30 Oktober.

Di Baghdad, satu kendaraan yang menunggu gilirannya untuk memasuki Zona Hijau di gerbang sebelah barat di Harthiyah tiba-tiba meledak ketika meluncur menuju ke pos pemeriksaan, kata polisi Iraq. Dr. Mohammed Abdel Satar dari Yarmouk, Baghdad, mengatakan 13 orang tewas dan 15 lainnya cedera akibat ledakan tersebut.

Zona internasional merupakan lokasi yang selalu menjadi sasaran serangan para pejuang Iraq selama 18 bulan terakhir ini yang mengakibatkan puluhan korban tewas dan cedera dalam peristiwa pemboman atau gempuran mortir. Kematian terakhir itu menjadikan hampir 1.300 pasukan Amerika terbunuh di Iraq sejak invasi pimpinan AS di negeri itu sejak Maret 2003.

Di kota Mishahda, 40 kilometer di utara Baghdad kelompok bersenjata menyerang Garda Nasional Iraq yang berpatroli yang menewaskan tiga tentara dan mencederai tiga lainnya.

Pasukan AS yang telah merebut kembali Fallujah dari para mujahidin dalam pertempuran berdarah bulan lalu yang merenggut korban jiwa ratusan orang, termasuk sekurang-kurangnya 54 tentara Amerika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menyusul kejadian itu, pesawat tempur AS menyerang daerah pinggiran Fallujah kemarin pagi.

“Mereka bersembunyi di dalam rumah-rumah dan menunggu kesempatan untuk membunuh seorang tentara Amerika,” ujar Letnan Rex McIntosh dari Batalion Ketiga, Marinir Pertama. Menurut dia, banyak pejuang Iraq yang lolos dari sweeping marinir. “Pengepungan dilakukan secara efektif di sekitar kota itu. Namun, tidak setiap unit melakukan pembersihan secara menyeluruh,” tambahnya.

Dalam baku tembak yang dimulai Jumat dan hingga keesokan harinya itu, marinir mengaku mendapat perlawanan sengit. Namun, mereka mengklaim menewaskan 17 gerilyawan. Marinir juga memperkuat diri dengan meminta bantuan tank dan jet tempur AS. Bentrokan pun meletus kembali pada Minggu di timur laut Fallujah hingga kemarin (ap/afp/jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Derita Muslim Eropa Tarik Perhatian Warga Arab
Tulisan selanjutnya Konser Rock Pekerja Indonesia dikecam Media Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?