Hidayatullah.com–UNICEF, salah satu lembaga urusan anak di PBB memperingatkan tentang apa yang disebutnya “Generasi Tsunami” yang diperkirakan akan tumbuh di Asia Tenggara.
UNICEF (United Nations Children’s Fund), adalah organisasi dana anak-anak di bawah PBB yang bertujuan untuk menggalang dana bagi menolong anak-anak di seluruh dunia.
Diperkirakannya, paling tidak sampai sepertiga dari ke-150-ribu korban jiwa akibat tsunami adalah anak-anak.
Seorang ahli anak-anak di Sri Lanka mengatakan, anak-anak yang diurusnya berada dalam keadaan sangat rentan.
Ada di antara mereka yang sangat terpukul karena menyaksikan orang tua mereka hanyut namun tidak berhasil menemukan mayat mereka, akan tetapi tetap saja harap-harap cemas, suatu hari akan bergabung kembali.
Karenanya mereka tidak mau mengakui bahwa orang tua mereka telah tewas.
Sementara itu, pemerintah Australia menjelaskan, ada pasal-pasal dalam Undang-Undang Ke-Imigrasian negara ini yang memungkinkan anak-anak yang yatim piatu akibat tsunami, dipungut oleh sanak keluarga mereka yang berada di Australia.
Untuk keperluan ini Departemen Imigrasi Australia telah membuka saluran telefon khusus untuk memberi petunjuk kepada warganegara Australia yang berkepentingan.
Tetapi seperti diketaui bersaama, pemerintah Indonesia telah memperingatkan dengan tegas tentang ketentuan ketat bagi pemungutan anak-anak korban tsunami di Aceh. (Radio Australi)