Hidayatullah.com–Kamis lalu, komunitas Muslim Amerika Serikat (AS) menuduh penginjil Jerry Falwell menyalagunakan dana bantuan bencana tsunami untuk proyek kristenisasi di kawasan Asia selatan dan. Mereka juga menyerukan agar pemerintahan Bush mengecam tindakan itu.
Dalam sebuah Newsletter mingguan bertajuk ?Falwell Confidential,” yang didapatkan oleh Lembaga Hubungan Islam-Amerika (CAIR), penginjil itu mengatakan, ?Ratusan ribu orang sangat membutuhkan penanganan medis dan bimbingan personal dan di wilayah yang mayoritas Muslim ini, jutaan orang justru tidak pernah mendengar tentang Jesus?,
Newsletter yang didistribusikan oleh para staf Jerry Falwell, menyatakan bahwa dana bantuan itu akan digunakan untuk membagi-bagikan makanan dan Injil kecil di wilayah yang terkena musibah.
Seorang Muslim yang menerima e-mail dari Newsletter itu, kemudian segera menembuskannya ke CAIR. Juru bicara CAIR, Ibrahim Hooper mengatakan, ?Menurut statemen di www.falwell.com dan Web site Universitas Liberty, sekolah itu sedang menyiapkan sebuah tim yang akan melakukan expedisi ke India, Sri Lanka dan negara-negara lainnya di Asia Selatan.
?Pembagian makanan dan kebutuhan medis, bersamaan dengan penyebaran ribuan injil dalam bahasa daerah akan menjadi tugas utama tim tersebut? tulis web site itu.
,
?Perjalanan misi ke wilayah Asia akan dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Liberty dalam bulan-bulan berikutnya, bahkan mungkin tahun-tahun mendatang?.
Sebagaimana diketahui, Jerry Falwell adalah pendiri Universitas Liberty.
Jerry Falwell pernah membuat pernyataan yang menghina Islam yang dimuat dalam Newsweek, 14 Oktober 2002 yang menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah teroris.
Namun Dr. Eddie Pate, seorang profesor dan ketua Liberty’s tsunami aid effort (bantuan dana untuk tsunami) menyatakan, bahwa ia tidak berencana untuk mengambil keuntungan apapun, tapi tim yang menurut rencana akan diberangkatkan ke Asia selatan itu akan bekerja sama dengan kelompok Kristen lokal yang membagi-bagikan makanan dan obat-obatan serta membantu memulai usaha-usaha kecil.
?Ini bukan kali pertama kami dengar isu negatif macam ini, kata Hooper, ?Ini akan berakibat buruk, pertama, dalam hubungan antar agama, kedua, dalam kepercayaan dan kerjasama antar lembaga-lembaga resmi yang bekerja disini?.
Hooper juga menyatakan bahwa para misionaris yang berlagak seperti kelompok bantuan bisa berpretensi menyakiti daripada membantu masyarakat yang rentan dan lemah ini.
?Hal itu akan membuat lembaga-lembaga resmi itu semakin kesulitan dalam bergerak juga akan merusak kesan tentang Amerika yang sudah cukup baik di sebagian belahan dunia lainnya.
Minggu lalu, Indonesia sempat digegerkan dengan ulah kelompok LSM misionaris asal AS, WorldHelp yang berencana membawa 300 anak yatim piatu asal Aceh untuk disekolahkan di yayasan-yayasan Kristen. Kasus ini kedian membuahkan kecaman berbagai pihak terutama umat Islam Indonesia karena menganggap bantuan-bantuan asing itu memiliki pamrih dan mencari keuntungan. (rtr/hid/Rizal/cha)