Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penghinaan Al-Qur’an di Penjara Guantanamo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2005 07:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jika di Indonesia ramai Al-Qur’an bergambar foto Bupati Indramayu dan shalat dua bahasa, di Pakistan lain lagi. Pemerintah negara itu terkejut dengan edisi baru majalah Newsweek keluaran Amerika yang memuat berita dugaan penghinaan terhadap Al-Qur’an.
 
Pemerintah Pakistan menyatakan kekhawatiran mendalam atas dugaan penistaan kitab suci Al-Qur’an di penjara Guantanamo setelah majalah tersebut memuatnya.

Dalam edisi terbarunya, Newsweek menyebut sejumlah personil tentara AS telah membuang kitab suci umat Islam itu ke dalam toilet di penjara Guantanamo.

Juru bicara kementerian luar negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani mengatakan kepada kantor berita AFP mengenai keberatan serta perlakuan yang disayangkan kepada para tahanan di Teluk Guantanamo.

Menurut Jilani, laporan tersebut mengejutkan para penganut agama di seluruh dunia.

"Pemerintah Pakistan mengutuk peristiwa tersebut serta menuntut dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa yang memalukan tersebut", katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pakistan yang menjadi sekutu Amerika dalam perang melawan terorisme mempunyai hukum bagi siapa yang melakukan penghinaan kepada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad akan mendapat hukuman mati di negaranya.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan BBC, Abdul Rahim Muslim Dost, seorang tahanan Afgansitan yang baru saja dibebaskan dari pusat penahanan Guantanamo mengatakan, sejumlah tahanan Arab mogok bicara kepada para penyidik, sebagai unjuk rasa atas penistaan Al-Qur’an oleh penjaga penjara.

Dost menambahkan, para tahanan dicukur jenggotnya dan mendapat perlakuan keras selama interogasi.

Soal penghinaan agama di penjara Guantanamo sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, para tahanan juga mendapat perlakukan buruk. Misalnya dilarang mendengar suara adzan, dipaksa membuka pakaian di depan wanita.

Amerika menahan sekitar 520 tahanan di Teluk Guantanamo. Sebagian besar dari mereka merupakan aktifis Islam yang dikait-kaitkan dengan Taliban atau Al-Qaidah. (bbc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemukim Yahudi Racuni Sumber Air Palestina
Tulisan selanjutnya Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun Terus Lancarkan Protes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?