Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Muslim Thailand Masih Pertanyakan Tragedi Tak Bai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2005 03:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wan Muhammad Noor, tokoh Muslim Thailand mempertanyakan kelanjutan penyelidikan tragedi Tak Bai, yang hasil investigasinya hanya menguntungkan militer setempat.

Noor, yang juga berkedudukan resmi selaku penasehat Perdana Menteri urusan wilayah Muslim di Thailand Selatan, menyatakan ia merasa "sangat pedih akan apa-apa yang terjadi di Thailand selatan, khususnya dengan apa yang telah terjadi di Tak Bai."

Tragedi Tak Bai distrik tepi pantai di Provinsi Narathiwat terjadi pada Ramadhan 2004 yang menewaskan 84 kaum Muslim setelah mereka berunjukrasa di pos polisi setempat. Mereka tewas selain akibat tindakan berlebihan aparat, juga karena cara-cara tidak manusiawi pengangkutan mereka ke lokasi penahanan di kamp militer provinsi tetangga, Pattani.

Delapan puluh empat korban tewas sebagian besar karena tidak bisa bernapas karena diangkut dengan truk-truk militer yang berpenutup terpal ke Pattani, sekitar 100km dari lokasi kejadian.

Tragedi Tak Bai sendiri merupakan ikutan dari rangkaian peristiwa kekerasan di kawasan Thailand selatan setelah penyerbuan markas militer oleh kaum muda Pattani. Operasi pembersihan oleh militer setelah serangan bulan Januari 2004 itu menewaskan lebih 100 warga Muslim setempat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Militer Thailand dengan persenjataan beratnya bahkan menyerang habis sekelompok 32 pemuda Muslim yang hampir tidak bersenjata dan berlindung di mesjid besejarah setempat berusia 500 tahun buatan seorang imigran China beragama Islam. Puluhan pemuda itu menemui ajalnya di dalam mesjid.

Noor mengatakan akar permasalahan dari persoalan di Thailand selatan ialah bahwa masih ada sekalangan warga Muslim yang berbeda pandangan dengan kebijakan Pemerintah Thailand, terutama dalam hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

"Perbedaan pandangan dalam hal-hal seperti itu sangat mungkin (terjadi) dalam setiap masyarakat di manapun di dunia ini," kata Noor.

Persoalannya, kata Noor, ialah bahwa orang-orang itu tidak muncul ke permukaan, sehingga baik diri mereka dan apa-apa yang mereka perjuangkan bisa diketahui. Jika itu dilakukan, bisa dilakukan dialog-dialog dengan mereka.

Noor mengatakan situasi demikianlah yang mempersulit penyelesaian masalah yang ada yang berakibat justru pada seruan-seruan orang di bawah permukaan itu agar dilakukan pembunuhan atas nama agama.

Menurut Noor memang mungkin saja aparat pemerintah setempat telah melenceng dalam tindakannya sehingga membuat kesalahan-kesalahan. Namun hal itu mestinya tidak dipandang sebagai kebijakan pemerintah, ataupun sebagai cara-cara yang ditempuh pemerintah.

Ia menegaskan salah pengertian seperti itu pulalah yang menjadi penyebab dari insiden-insiden di Narathiwat sehingga berpuncak pada unjukrasa di depan kantor polisi Tak Bai tersebut. Unjukrasa waktu itu dilakukan warga untuk mempertanyakan nasib empat guru pesantren yang ditangkap atas tuduhan menyimpan senjata.

Noor mengatakan meski dirinya sendiri berasal dari Selatan, namun sejauh ini ia tidak mengetahui siapa-siapa pelaku-pelaku hal-hal yang sudah terjadi itu. Bahkan para orang tua di wilayah itu saja tidak tahu siapa pelaku pembakaran-pembakaran sekolah dan fasilitas-fasilitas pemerintah lainnya belakangan ini.

"Apa yang saya tahu ialah bahwa orang-orang yang melakukan tindak kejahatan itu ialah mereka yang tidak menghormati hukum ataupun masyarakat di negara ini," kata Noor.

Sejak kekerasan Januari 2004 terjadi sudah sedikitnya 700 orang tewas di tiga provinsi Muslim di wilayah Thailand selatan, Pattani, Yala dan Narathiwat. Para korban berjatuhan baik dari kalangan warga Muslim maupun para guru dan pegawai pemerintah yang dibunuh sebagai pembalasan oleh penyerang-penyerang gelap.

Dari sekitar 65 juta penduduk Thailand yang beragama mayoritas Buddha, berkisar hampir 10 persen Muslim dari provinsi-provinsi yang letaknya mengarah ke perbatasan dengan Malaysia itu. (ant/mi).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah Lepas Relawan Guru Menuju Aceh
Tulisan selanjutnya Amerika Tak Akan Tutup Penjara Guantanamo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?