Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jenderal Muslim Pertama Menjadi KSAD Thailand

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2005 03:30
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 9 September 2005

 

Hidayatullah.com—Munculnya nama Jenderal Sonthi Boonyaratglin sebagai pengganti Jenderal Prawit Wongsuwan yang memasuki masa pensiun diumumkan secara resmi oleh radio nasional Kamis kemarin.

Penunjukan Sonthi ini dinilai banyak pihak sebagai langkah tepat di saal Thailand menghadapi masalah dengan kalangan Muslim.

Thailand yang berpenduduk mayoritas Buddha, kini tengah berjuang untuk mengakhiri pergolakan berdarah di wilayah selatannya yang berpenduduk mayoritas Muslim

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Veteran Perang Vietnam Jenderal Sonthi Boonyaratglin, yang pengangkatannya diumumkan istana kerajaan, dipromosikan ke jabatan tersebut mungkin karena pengalaman tempurnya bukan didasarkan pada agamanya, kata seorang pengamat.

Sonthi (59) adalah lulusan Akademi Militer Kerajaan Thailand. Terakhir dia ditempatkan di Korps Infanteri AD dan pernah komandan pasukan elite Komando Pasukan Khusus.

Karena Muslim, Sonthi dianggap bisa membantu tentara dalam usahanya untuk memenangkan dukungan warga sipil wilayah selatan yang berpenduduk mayoritas Islam, tempat lebih dari 800 orang tewas sejak aksi kekerasan meletus tahun lalu, kata Panitan Wattanayagorn dari Universitas Chulailongkorn, Bangkok.

"Ia adalah calon yang paling berkualitas," kata Panitan. "Pemahamannya atas Islam dapat membantu tentara menjalankan operasi mereka untuk memenangkan hati dan perasaan warga Muslim di selatan."

Sonthi, yang akan menjadi panglima angkatan darat 1 Oktober mendatang, mengemukakan kepada Reuters dari Brunei Darussalam, ia akan mengefisienkan operasi tentara di selatan untuk membawa hasil nyata bagi rakyat.

"Saya akan menjadikan Tentara Kerajaan Thailand ke dalam tentara rakyat, dan akan menjadikan tentara yang mencintai rakyat," kata Sonthi, yang menghadiri KTT para kepala staf Angkatan Darat Asia Tenggara mewakili Jenderal Prawit Wongsuwan.

"Kami memiliki tentara lebih dari cukup di wilayah selatan, tapi kami memerlukan hasil nyata dari mereka," kata dia tanpa merinci lebih jauh tentang bagaimaana ia akan menjalankan tujuannya.

Ada lebih dari 30.000 tentara dan polisi di tiga propinsi paling selatan, tempat warga Thailand yang Muslim berbicara dengan dialek Melayu, tapi serangan bom dan penembakan terus terjadi.

Sonthi akan memangku jabatannya dua tahun sebelum menjalani pensiun usia 60 tahun.

Sementara itu seorang letnan jenderal beragama Buddha yang dituduh sembrono dalam kematian 78 warga Muslim dalam penahanan militer tahun lalu dipromosikan menjadi jenderal penuh dalam perombakan tahunan.

Letjen Pisan Wattanawongkeeree, yang ditugaskan di selatan ketika 78 pemrotes dari kelompok warga Muslim meninggal akibat lemas dalam truk militer ketika mereka dibawa ke tempat penahanan, dipindahkan ke tempat tanpa jabatan setelah satu pemeriksaan menyalahkan dia atas tragedi itu.

Tapi Pisan dipromosikan menjadi jenderal penuh hari Kamis dan menjadi penasehat khusus Kemenetrian Pertahanan.

Banyak pihak berharap terpilihnya Sonthi bisa menyelesaikan konflik berkepanjangan Kerajaan Thailand dengan kalangan Muslim. Hanya saja biasanya, tentara adalah tentara. Menurut seorang pengamat militer Indonesia, ideologi tentara adalah militer itu sendirit. (afp/ant/mi/cha)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apa Salahnya Pluralisme Agama?
Tulisan selanjutnya Rakyat Mesir Banyak Pilih Golput

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?