Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tembok Rasial Pencegah Serangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2009 13:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menurut Mahkamah Internasional tembok tersebut harus dibongkar, tapi Israel tidak menggubris keputusan tersebut. Israel bahkan terus membangun tembok itu. Tembok tersebut menurut Israel adalah untuk keamanan mereka.

Lima tahun setelah pembangunan tembok, dukungan warga Israel semakin besar. Menurut banyak warga Israel tembok tersebut sangat diperlukan terutama di Yerusalem untuk mencegah serangan. Sejak berdirinya tembok itu, serangan aksi bunuh diri oleh warga Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan, jauh berkurang.

Tembok

Masih dipertanyakan sejauh mana tembok itu benar-benar mengurangi aksi-aksi serangan Palestina. Tembok yang direncanakan akan dibangun sepanjang 750 kilometer, saat ini baru 60% selesai. Dalam prakteknya sangat mudah untuk menerobos masuk ke Israel dari selatan Tepi Barat Sungai Yordan.

Menurut Dr. Jonathan Fine seorang pengamat di Institut Counter-Terrorism di Herzliya, tembok tersebut jelas sangat efektif.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tembok itu merupakan salah satu sarana untuk mencegah aksi-aksi bunuh diri. Semula aksi-aksi pemboman itu dilakukan dari wilayah Tepi Barat. Ketika tembok tersebut mulai dibangun di sebelah barat-laut Tepi Barat Sungai Yordan, statistik membuktikan menurunnya aksi-aksi bunuh diri dengan drastis,” ujar Jonathan Fine.

Dr. Jonathan Fine mengakui bahwa di wilayah selatan Tepi Barat belum 100% tertutup rapat dari Palestina. Tapi hal itu tidak menjadi masalah.

“Kebanyakan aksi-aksi bunuh diri dilakukan dari kota-kota seperti Nablus dan Jenin, di utara Tepi Barat Sungai Yordan. Pelaku aksi-aksi bunuh diri tidak bisa memasuki wilayah selatan karena adanya pos-pos penjagaan.”

Bahwasanya pembangunan tembok itu menyita wilayah-wilayah Palestina, adalah salah warga Palestina sendiri, menurut Dr. Jonathan Fine. Kalau tidak  yang melakukan aksi bunuh diri dengan sendirinya tembok tersebut tidak diperlukan, ujarnya lebih menyalahkan rakyat Palestina.

Hanya 14% dari jalur pembangunan tembok itu yang benar-benar melalui perbatasan yang diakui secara internasional setelah perang tahun 1967. Di banyak tempat tembok tersebut dibangun jauh ke dalam wilayah Tepi Barat.

Terputus

Akibat dari sistim pengawasan yang sangat ketat dan birokratis, banyak warga Palestina tidak bisa lagi memasuki wilayah yang terletak di belakang tembok. Hal itu sangat mengganggu kehidupan sehari-hari 700 ribu warga Palestina. Hubungan keluarga terputus, lahan milik para petani, hilang dan anak-anak tidak bisa ke sekolah.

125 ribu warga Palestina di tiga tempat terisolasi oleh tembok tersebut. 35 ribu warga bahkan tinggal di wilayah-wilayah kantong yang sama sekali terisolasi dari dunia luar.

“Israel mendirikan wilayah-wilayah ghetto,” kata seorang warga Palestina pemilik pompa bensin di Yerusalem timur. Pompa bensinnya terletak tepat di pinggir tembok yang memisahkan Yerusalem timur bagian Palestina dari Tepi Barat Sungai Yordan. Akibat tembok itu, ia kehilangan dua-pertiga dari penghasilannya.

Cuek

Banyak warga Palestina cuek saja dengan keputusan Mahkamah Internasional. Bagi mereka vonis itu tidak mempunyai dampak apapun. Walaupun demikian, keputusan Mahkamah Internasional sangat penting, demikian Michael Bailey dari LSM bantuan internasional Oxfam.

“Dengan vonis Mahkamah Internasional itu maka dunia internasional ikut bertanggung jawab untuk tidak mengakui tembok tersebut,” Michael Bailey.

Baik  Jonathan Fine maupun Michael Bailey percaya, tembok tersebut tidak akan bertahan lama. Menurut mereka, tembok yang dibangun itu, tidak lama lagi akan runtuh juga. Sepanjang sejarah, semua tembok yang dibangun, akhirnya akan runtuh juga. [rnwl/hidayatullah.com ]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siang Ini FUI dan Ormas Islam Demo Kedubes China
Tulisan selanjutnya Pelajar SD-SMA Pekanbaru Diwajibkan Pakai Seragam Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?