Hidayatullah.com–Qatar dan Indonesia direncanakan akan menandatangani kontrak perdangan yang bernilai sangat besar, termasuk di dalamnya kesepakatan senilai jutaan dollar berupa pembelian pesawat militer oleh Qatar dari Indonesia.
Dr. Alwi Shihab, utusan presiden Indonesia untuk Timur Tengah, mengatakan pada Kamis (3/9) di Doha, bahwa kesepakatan untuk pembelian pesawat berukuran sedang CN-235 twin-turbo-prop akan bisa diselesaikan pada tahun anggaran ini.
“Indonesia telah memperbaharui upaya peningkatan kerjasama ekonomi dengan Timur Tengah, khususnya negara-negara Teluk. Indonesia menaruh perhatian lebih terhadap Qatar dan kami menanti kesempatan untuk membina kerjasama jangka panjang dengan negara ini,” katanya.
“Qatar dan Indonesia sudah melakukan sejumlah kerjasama perdaganan bilateral dan perjanjian bisnis. Pembicaraan dengan Angkatan Udara Qatar untuk pembelian pesawat dari Indonesia terus mengalami kemajuan. Dan kesepakatannya diharapkan bisa tuntas pada tahun anggaran ini,” kata Dr. Shihab.
Ia mengatakan banyak negara, termasuk Uni Emirat Arab, Brunai, Pakistan, Korea dan Turki yang menggunakan pesawat buatan Indonesia. Ditanya tentang jumlah pesawat yang disepakati ia mengatakan, “Saya tidak dapat mengatakannya kepada Anda sekarang. Tapi yang pasti jumlahnya bernilai jutaan dollar. Pesawat CN-235 tidak hanya bisa dipakai untuk kepentingan militer, tapi juga bisa dipakai untuk pengamatan dan evakuasi dalam keadaan genting, katanya.
Dr. Shihab mengatakan Qatar Investment Authority (QIA) yang mengelola investasi Qatar akan segera merealisasikan proyek senilai 1 milyar dollar di bidang sumber daya alam, energi, minyak dan gas di Indonesia.
Seorang pengusaha Qatar juga mengatakan, bahwa ia akan membangun perusahaan swasta di bidang petrokimia. Bank Nasional Qatar dalam waktu dekat juga akan beroperasi di Indonesia.
Alwi Shihab mengatakan, Qatar, Brunai dan Indonesia sedang mengupayakan kerjasama tripartit untuk membuat sebuah perusahaan real estate.
“Renana itu masih dalam tahap awal,” jawabnya ketika ditanya mengenai informasi lebih lanjut.
Belakangan ini, sejumlah perusahaan Qatar telah menanam modal atau membuka kantor perwakilannya di Indonesia. Pada tahun 2008 Qtel membeli 65% saham Indosat, operator telepon seluler terbesar kedua di Indonesia.
Qatar Islamic Bank telah membuka kantor perwakilannya di Jakarta pada tahun 2007, dan berencana akan bisa beroperasi secara penuh dalam waktu dekat. Qatar Petro Chemical Company (QAPCO) telah berniat akan membuka kantor administrasinya di Jakarta, mendahului rencana investasi yang akan dilakukannya di Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Qatar Rozy Munir mengatakan, volume perdagangan bilateral Indonesia-Qatar selama Jnauari-April 2009 mencapai 149,736 juta dollar, yang nilainya lebih besar jika dibandingkan dengan total perdagangan kedua negara pada tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Qatar selama Januari-April 2009 mencapai 24,55 juta dollar, sementara impor Indonesia dari Qatar dalam periode yang sama senilai 125,184 juta dollar.[di/tp/hidayatullah.com]