Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seperti inilah Diskusi Para Pedofil di Skandinavia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Mei 2015 17:56 5:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Mei 2015 17:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Stasiun televisi Norwegia, NRK, berhasil mengunggap adanya chat forum yang digunakan oleh para pedofil dari negara-negara di kawasan Skandinavia untuk menikmati dan membahas hal-hal seputar seksualitas anak.

Tulisan ini sengaja kami turunkan bukan untuk mengumbar seksualitas dan kebejatan moral, tetapi sebagai peringatan bahwa ada pedofil yang mengancam keamanan anak-anak di lingkungan kita. Di Indonesia sendiri banyak terjadi kasus pedofilia dengan pelaku orang-orang asing atau wisatawan mancanegara, terutama di daerah-daerah tujuan pariwisata.

Sebagaimana dilansir The Local hari Rabu (13/5/2015), situs tempat berkumpulnya kaum pedofil tersebut hanya menerima anggota dari Denmark, Swedia dan Norwegia. Pedofil Inggris yang ingin bergabung tidak diperbolehkan.

Para pedofil pengguna situs, konon katanya mencapai lebih dari seribu orang, saling berbagi foto (tidak selalu vulgar atau porno) anak-anak perempuan yang belum mencapai pubertas, dan kadang anak laki-laki, serta secara terbuka mendiskusikan preferensi seksual mereka dan kehidupanya sebagai seorang pedofil.

“Selamat datang di Scandi Land,” begitu bunyi sambutan di layar monitor kepada pengguna baru yang diberikan kunci akses dengan pengamanan berlapis. “Forum ini adalah tempat diskuski untuk para pedofil, hebefil (orang yang tertarik dengan orang yang jauh lebih tua) dan semua orang yang ingin berpartisipasi dalam debat. Semuanya diterima, namun dengan syarat penggunanya menggunakan bahasa Nordik. Bahasa Inggris tidak diperbolehkan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di dalam situs itu, wartawan NRK mendapati sebuah survei yang diberi judul “sejauh mana kamu berani melakukannya”, yang mana 43 persen responden menjawab bahwa bagi mereka tidak masalah untuk menggauli seorang bocah lewat lubang kemaluan (vagina) maupun anus (dubur).

“Jika anak itu menerimanya, saya akan melakukan segala cara: seks secara oral/ana/lvagina dan apapun yang kami inginkan,” kata 70 dari 235 orang yang menjawab pertanyaan itu, atau sepertiga responden.

Sembilan persen responden (21 orang) menjawab berani melakukan penetrasi seksual ke dubur si anak jika mereka tidak melakukan perlawanan aktif, dan 21 orang juga berani melakukan penetrasi ke vagina anak jika mereka tidak melawan. Sementara 4 persen responden menjawab lebih nekat, yang mana mereka menyatakan akan melakukan penetrasi itu meskipun si bocah menolak atau melawannya.

Seorang editor program di NRK, Lars Kristiansen, memutuskan bahwa wartawan-wartawannya harus mempublikasikan materi-materi yang mereka temukan dalam situs tersebut, karena sebagian penggunanya mengakui melakukan serangan seksual terhadap anak-anak.

Seorang pria dari Norwegia bernama pengguna “Svein” mengaku memiliki pengalaman berhubungan seksual dengan anak-anak perempuan berusia antara tujuh dan delapan tahun.

Seorang pria dari Denmark berbagi cerita tentang pengalamannya mencium seorang anak perempuan berusia kira-kira 9 tahun. Pria itu bilang, “bocah perempuan itu menikmatinya”. Sementara pengelola situs yang menulis dalam bahasa Denmark mengatakan tindakan laki-laki tersebut “merupakan perilaku sangat normal di kalangan semua pria. Kita memperhatikan mereka yang menurut kita cantik.”

Seorang pria asal Swedia yang menggunakan nama “Ayah Swedia” mengaku dirinya memproduksi pornografi anak kategori HC (hardcore) dengan obyek seksual anak-anak perempuan berusia antara 3 hingga 11 tahun.

Seorang pria dari Norwegia mengaku saat ini sedang absen dari melakukan hubungan seksual apapun, atau mendekati anak-anak.

“Aturan moral saya saat ini adalah saya tidak melakukan kegiatan seksual apapun terhadap anak-anak. Resikonya, baik untuk saya maupun si anak, terlalu tinggi di masyarakat sekarang ini. Tetapi jika si anak bersedia dan mengambil inisiatif, maka saya tidak menjamin 100 persen akan menolaknya. Saya, bagaimana pun, hanyalah seorang manusia,” kata orang tersebut beralasan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISIS Rilis Pesan dari Al-Baghdadi agar Muslim Mengangkat Senjata
Tulisan selanjutnya Pelaku Pembakaran Masjid DT Menanyakan Apakah Aa Gym Sudah Membaca Surat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?