Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jenderal AS Was-was Taliban Menang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2009 14:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan, diperlukan waktu lebih banyak untuk memutuskan penambahan pasukan di Afganistan. Keputusan itu merupakan salah satu langkah paling penting Kepresidenan Barrack Hussein Obama.

Minggu lalu, jendral senior di Afganistan mengatakan, operasi mereka kekurangan pasukan, dan strategi yang sangat berbeda mungkin diperlukan.

Gates mengatakan, Presiden menyambut nasehat tentang Afganistan itu, namun menambahkan keputusan itu akan dilakukan secara pribadi.

Situasi keamanan di Afganistan terus memburuk, dan Gates mengatakan kondisi di sana sangat mengkhawatirkan.

Sebagaimana diketahui, Ahad lalu, delapan tentara Amerika dan dua tentara Afganistan tewas di Provinsi Nuristan dalam salah satu serangan paling parah terhadap pasukan koalisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, Obama bertemu Jendral Stanley McChrystal, Komandan NATO di Afganistan, di pesawat Kepresidenan Air Force One di Kopenhagen pekan lalu, ditengah debat yang masih terus berlanjut tentang strategi masa depan pengerahan pasukan di Afganistan.

Tewas lagi

Sementara itu, meski NATO dan AS terbukti tak benar-benar mampu menaklukkan pejuang Taliban, penasihat keamanan nasional Amerika, Jenderal Jim Jones mengatakan, Afghanistan masih jauh dari kemungkinan jatuh ke tangan Taliban.

Saat diwawancari stasiun televisi CNN, Jones mengatakan, situasi di Afghanistan sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah jumlah pasukan.

Ia mengatakan, keadaan hanya bisa membaik apabila ada kemajuan pada waktu yang sama dalam bidang keamanan, pembangunan ekonomi, dan pemerintahan yang baik.

Sementara itu, militer Amerika mengabarkan lagi tewasnya pasukan dari pihak mereka. Militer mengatakan, sejumlah serangan oleh pejuang Afghanistan di Afghanistan timur dekat perbatasan dengan Pakistan telah menewaskan 8 tentara Amerika dan 2 tentara Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan kelompok milisi suku Nuristani menyerang 2 pos Pasukan Bantuan Keamanan Internasional dari sebuah masjid dan desa di dekatnya.

Komandan pasukan koalisi, Kolonel Randy George, hari Sabtu mengatakan, serangan itu adalah serangan yang kompleks di sebuah wilayah yang sulit. Meski tewas, Randy masih sempat mengatakan, pihak Amerika dan polisi boneka Afghanistan telah berjuang bersama dengan berani. [cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]

 

foto insert : Getty Images

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komnas HAM Siap Panggil Paksa Elit Negara Soal Lumpur Lapindo
Tulisan selanjutnya Menag Resmikan Gedung Baru Depag 20 Lantai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Berita
21 Juli 2026 18:32
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?