Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Pekerja Sipil AS di Iraq dan Afganistan Tewas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2009 13:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan orang sipil yang bekerja di wilayah perang Iraq dan Afganistan menghadapi bahaya dan menderita luka yang sama seperti tentara AS di medan tempur. Hampir 1.600 pekerja sipil Amerika maupun asing lainnya, telah tewas di Irak dan Afganistan. Sementara ribuan orang lainnya menderita luka-luka, termasuk cacat permanen.

Dalam perang Iraq dan Afganistan, ketergantungan militer AS pada pekerja kontrak jauh lebih besar daripada dalam peperangan sebelumnya. Para pekerja kontrak itu diperlukan untuk memasak makanan bagi para prajurit, mencuci pakaian, mengirim logistik dan melindungi para diplomat, serta masih banyak tugas lainnya.

Kebanyakan dari pekerja kontrak yang dibayar AS adalah laki-laki berusia paruh baya. Banyak di antaranya merupakan veteran perang, yang tertarik bekerja di wilayah perang karena tergiur uang. Sebagian besar berasal dari wilayah pedesaan di selatan AS. Demikian data yang didapat berdasarkan wawancara dan catatan-catatan umum.

Banyak warga sipil yang kembali pulang ke rumah sebagai veteran perang dalam keadaan tanpa nyawa. Ada juga yang kembali dalam keadaan cacat seumur hidup, tapi tidak mendapatkan dukungan apa-apa, termasuk bisa kembali bersama pasukan.

“Mereka itu seperti veteran perang Vietnam generasi sekarang,” kata Lee Frederiksen, seorang psikolog yang bekerja untuk Mission Critical Psychological Services, sebuah firma yang berbasis di Chicago yang memberikan jasa konsultasi kepada para pekerja di wilayah perang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dukungan normal yang akan Anda dapat jika Anda terluka dalam tugas, sebagaimana polisi yang sedang berdinas, atau jika Anda terluka dalam tugas militer… tidak ada sama sekali,” kata Frederiksen, sebagaimana dikutip Los Angeles Times (6/10).

“Mereka adalah orang-orang yang memberikan nyawanya untuk bangsa kita. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa pada masa sekarang ini,” kata Herbert J. Lanese, mantan Direktur DynCorp Internasional, salah satu perusahaan tenaga kerja yang merekrut warga sipil untuk dikirim ke Iraq dan Afganistan.

Selain itu, menurut catatan resmi, lebih dari 5.200 orang yang bekerja untuk pemerintah AS telah tewas dan 35.000 orang terluka selama peperangan di kedua negara tersebut.

Banyak warga sipil Iraq dan Afganistan, berikut anggota polisinya, juga tewas sejak Amerika menginvasi Irak di tahun 2003 dan Afganistan di tahun 2001.

Opinion Reseach Business yang berbasis di London dan rekan penelitinya di Iraq, Independent Institute for Administration and Civil Society Studies, pernah mengeluarkan laporan bahwa lebih dari 1 juta orang Iraq telah tewas sejak invasi AS tahun 2003. [di/pt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Aqsa Masih Tertutup, Patroli Israel di Mana-mana
Tulisan selanjutnya LIPI: Jakarta Tidak Ada Potensi Epicentrum Gempa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?