Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Swiss Minta Maaf Kasus Pencabulan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2010 10:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Uskup Katolik Roma di Swiss mengakui mereka menggangap kecil skala
pencabulan seksual yang dilakukan oleh pastor, dan telah menyatakan
permintaan maaf. Konferensi Uskup Swiss menyatakan “merasa malu” dan menganjurkan para korban mempertimbangkan untuk mengajukan dakwaan pidana terhadap pelaku.

Namun, jajaran uskup Swiss tidak mendukung diumumkannya daftar pastor yang telah dinyatakan bersalah atas pencabulan. Sekitar 60 kasus pencabulan kini tengah diselidiki pihak berwenang.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pemuka senior Gereja Katholik, termasuk Paus Benediktus XVI menghadapi tekanan gencar setelah ada kesan bahwa mereka ikut menutup-nutupi skandal pelecehan seksual di seluruh dunia.

Hari Selasa, uskup Italia membela Paus dan menyatakan dia telah memperlihatkan sikap yang teguh dan benar dan telah menolak untuk meremehkan skandal.
 
Sebagaimana dikutip BBC dari Jenewa, skandal pencabulan yang mengguncang kalangan Gereja Katolik juga terjadi di Swiss.

Kabar bahwa jajaran rohaniwan senior tahu menahu sebagian kasus pencabulan dan hanya memindahkan pastor yang melakukan pencabulan ke tempat lain memicu kemarahan, kata wartawan kami.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Rabu, Konferensi Uskup Swiss meminta maaf atas “kekeliruan” dan mengakui telah “meremehkan kegawatan situasi”.

“Mereka yang memimpin jawab atas diosis dan jajaran keagamaan melakukan kekeliruan,” ujar kata pernyataan konferensi.

Para uskup mengimbau “semua orang yang mengalami pelecehan” agar mendekati kantor kepastoran yang menangani keluhan semacam itu, dan “jika perlu, mengajukan laporan” kepada polisi.

Namun, para uskup tidak mendukung seruan presiden Swiss untuk menyusun daftar pelaku pencabulan di kalangan pastor

“Kita punya pengalaman buruk seperti ini. Beberapa politisi mengatakan ‘Anda harus punya daftar’, yang lain mengatakan ‘jangan buat daftar’. Daftar itu tidak ada gunanya,” kata sekretaris jenderal Konferensi Uskup, Felix Gmuer.

Uskup Swiss mengatakan pertukaran informasi berlangsung baik antar-paroki, dan ini mungkin menjadi cara untuk mencegah pelecehan seksual di masa datang.

Namun, ketika ditanya soal jumlah kasus yang telah dilaporkan sejauh ini, para uskup tidak yakin dan ini pertanda arus inofrmasi tidak mengalir selancar seperti yang mereka kira, kata wartawan kami.

Jajak pendapat memperlihatkan lebih dair 80% warga di Swiss menghendaki ada daftar pastor yang bersalah atas pelecehan, sedangkan 90% menentang ketentuan selibat di lingkungan Gereja Katolik.

Bagi banyak orang, permintaan maaf para uskup mungkin terlalu enteng, terlalu terlambat, kata wartawan kami. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateuskup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa Tolak Gelar “Sarjana Syariah”
Tulisan selanjutnya LPPOM MUI: Belum Ada Obat Bersertifikat Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?