Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dunia Kecam Serangan Keji Zionis-Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2010 11:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dunia mengutuk serangan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara berbendera Turki yang membawa relawan serta bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Penyerangan dan penyergapan itu menewaskan 19 warga sipil dan melukai ratusan penumpang lain yang mayoritas relawan lebih dari 40 begara dari seluruh dunia.

Kecaman keras datang langsung dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang tengah berada di Kampala, Uganda.

Ban Ki-moon mengaku sangat terkejut dengan kebrutalan Israel yang menembaki kapal pembawa bantuan misi kemanusiaan tersebut.

“Penyerangan ini harus diinvestigasi secara menyeluruh untuk mengetahui mengapa bisa terjadi pertumpahan darah.Israel harus memberi penjelasan secara lengkap mengenai insiden ini,”tandas Ban.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, pemerintah RI mengecam keras dan menuntut tanggung jawab penuh pihak Israel atas serangan tersebut.

“Kita siap bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk memastikan Israel bertanggung jawab atas tindakannya itu,” ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Suara keras juga datang dari negara- negara Uni Eropa. Mereka telah pula memanggil Duta Besar Israel di negara masing-masing untuk memberi penjelasan insiden berdarah itu. Duta besar dari 27 negara Uni Eropa bahkan langsung menggelar rapat mendadak Senin siang (malam waktu Indonesia) untuk membahas insiden berdarah di perairan Gaza. Dari ratusan relawan yang ditembaki Israel, terdapat puluhan warga Uni Eropa,termasuk 28 warga Inggris, puluhan warga Yunani dan Irlandia.

 “Saya mengutuk sekeras- kerasnya pembunuhan warga sipil oleh Israel,” tutur Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini. Jerman yang selama ini dikenal pro-Israel secara tegas mengecam sikap arogan Israel yang menewaskan setidaknya 19 orang.“

Jerman selama ini mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri. Tapi apa yang mereka lakukan kemarin sudah di luar batas,”tutur Kanselir Jerman Angela Merkel. Pemerintah Inggris mengatakan Israel sudah melakukan tindakan tercela dan tidak termaafkan karena menyerang warga sipil. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga mengaku kaget dan tidak bisa mengerti tindakan Israel.

Kecaman sangat keras juga dilontarkan Turki. Negara ini memang pantas marah dengan Israel karena dari 19 relawan yang tewas di Kapal Mavi Marmara kebanyakan warga Turki. Negara tersebut bahkan langsung memutus hubungan diplomatiknya dengan Israel dengan menarik duta besarnya di Yerusalem.

“Apa pun alasannya, tindakan melawan warga sipil, apalagi yang membawa misi perdamaian, jelas tidak bisa diterima. Israel harus menanggung konsekuensi atas tindakannya,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Turki. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan tindakan Israel sebagai bentuk pembantaian massal.

Adapun Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri meminta PBB segera menggelar pertemuan khusus untuk membahas serangan Israel. Untuk menghormati korban, Pemerintah Palestina memutuskan untuk menetapkan hari berkabung selama tiga hari. Kecaman dan suara keprihatinan juga disampaikan sejumlah negara seperti Pakistan, Spanyol, Iran, dan Vatikan. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) yang selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat Israel hanya menyayangkan sikap Israel yang sudah menewaskan puluhan warga sipil.

Langsung Ditembaki

Sebagaimana diketahui, Kapal Mavi Marmara bersama delapan kapal lain meninggalkan Turki menuju Gaza sekitar 22 Mei lalu. Iring-iringan kapal ini membawa sekitar 800 relawan, aktivis, jurnalis, serta 10.000 ton bahan bantuan makanan serta material bangunan.

Kemarin pagi sekitar pukul 04.00 waktu setempat saat berada di 65 km lepas pantai Gaza, kapal tersebut dihadang militer Israel yang sudah menunggunya. Salah satu jurnalis yang berada dalam kapal mengatakan Israel langsung menembaki kapal tersebut sebelum mendarat. Reporter Aljazeera juga mengatakan tentara Israel tetap menembaki kapal meskipun kapal itu sudah melambaikan bendera putih.

Israel berkilah serangan tersebut dilakukan karena kapal mengabaikan peringatan mereka serta meyakini ada ratusan pejuang militan di kapal tersebut. Israel juga menyatakan tentaranya diserang dengan menggunakan pisau dan benda tajam lain saat hendak mengamankan kapal.Namun, laporan jurnalis mengatakan Israel lah yang pertama kali menyerang kapal tersebut. Laporan satelit televisi Aljazeera menggambarkan kapal mencoba untuk memperlambat laju untuk menghindari konfrontasi, tapi Israel justru mendekat dan menembaki kapal.Kapal-kapal tersebut kini berada di pelabuhan di Ashdod. Israel akan membawa warga asing yang berada di kapal tersebut ke pusat tahanan.Mereka hanya akan diberi dua opsi, yakni dideportasi atau dipenjara.

Langgar Hukum Internasional

Pemerintah Indonesia mengutuk keras penyerangan tentara Israel yang menyebabkan korban tewas disertai penahanan seluruh awak kapal Mavi Marmara.Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan blokade Israel terhadap Gaza itu sendiri sudah merupakan pelanggaran hukum internasional. Selain itu, tidak ada dasar bagi Israel untuk menyergap kapal dan memblokade wilayah Gaza ini.

Dia menilai, kesalahan Israel sekarang bukan saja tindakan penyergapan, tetapi bahkan blokade yang mereka lakukan. “Jadi ada multiple guilt,ada kesalahan atau pelanggaran yang sifatnya multidimensional, penyergapannya maupun blokadenya,itu masalah besarnya,”jelasnya.

Mengenai nasib 12 WNI yang ikut dalam kapal tersebut, hingga kemarin pihak Kementerian Luar Negeri belum bisa memastikannya. Namun, MER-C sebelum berangkat ke Palestina telah menghubungi pihak Kemenlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad membenarkan 12 relawan Indonesia turut serta di Kapal Mavi Marmara dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Lima relawan MER-C Indonesia dikirim untuk membangun sebuah rumah sakit di Gaza atas bantuan masyarakat Indonesia.

“Rencananya lima hari di Gaza, kemudian kembali. Nanti akan diteruskan oleh kawan-kawan di sana,” kata Sarbini dalam jumpa pers di kantornya kemarin. Selain lima orang dari MER-C, relawan berasal dari Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina (KISPA) sebanyak 4 orang dan Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah sebanyak 3 orang. Sarbini mengungkapkan, Kapal Mavi Marmara itu berada satu rangkaian dengan kapal-kapal lain.

Kapal itu berisi 800 relawan dari 50 negara.Kapal itu memuat alat perlengkapan sekolah, bahan makanan, dan bahan bangunan. [sin/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah: Israel Langgar Hukum Kemanusiaan Internasional
Tulisan selanjutnya NU Nilai Tindakan Israel Rusak Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?