Hidayatullah.com–Fatah menyabut baik keputusan dua negara untuk memboikot sebuah pertemuan tingkat tinggi kepariwasataan yang akan digelar di Yerusalem pertengahan Oktober ini, seraya menyeru agar negara-negara lain mengikutinya. Demikian Maan melaporkan, Rabu (6/10).
Inggris dan Spanyol menyatakan tidak akan mengirim delegasi mereka ke ajang Industry and Policy Approaches to Foster Green Growth Tourism, yang diselenggarakan oleh OECD bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Israel di Yerusalem.
Meskipun demikian, Inggris menyangkal bahwa keputusannya tidak berpartisipasi berhubungan dengan kebijakan Israel di tanah jajahannya.
KTT itu, menurut sebuah pernyataan Fatah, “menguntungkan” Israel sementara “penjajahan Israel menutup semua kesempatan bagi parwisata Palestina merdeka yang sedang giat.”
Ditambahkan pula oleh Fatah, menteri pariwisata Israel “yang partai rasisnya menyerukan pengusiran besar-besaran bangsa Palestina, pernah mengatakan bahwa berpartisipasi dalam KTT OECD berarti meratifikasi pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Apakah negara-negara OECD lainnya akan melegitimasinya?”
Lewat pemungutan suara anonim Israel diterima masuk OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development) pada bulan Mei 2010. Israel memasukkan beberapa figur dari pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat di dalam lembaran aplikasinya. Ia menjadi negara yang paling miskin ketiga dengan ketimpangan sosial yang tinggi.
Fatah mempertanyakan Sekjen OECD Angel Gurria yang menggelar KTT di Yerusalem tanpa memperhatikan Resolusi DK-PBB 478 yang menyeru para anggota PBB untuk tidak mengakui penjajahan Israel dan aneksasi ilegal atas Yerusalem Timur.
Lewat sebuah surat Gurria menjelaskan bahwa pertemuannya dilaksanakan di Yerusalem Barat. Padahal Israel tidak mengakui adanya Yerusalem Timur dan Barat, melainkan menganggapnya satu kesatuan sebagai ibukota negara Yahudi.
Menurut Fatah, OECD seharusnya menyadari bahwa ada fakta pendudukan Israel atas Yerusalem Timur sebelum memutuskan kota itu menjadi tempat penyelenggaraan KTT.[di/maan/hidayatullah.com]