Hidayatullah.com–Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengakui keinginan rakyat Israel untuk mendapatkan pengakuan regional sebagai sebuah negara Yahudi, demikian seorang jurubicaranya menyebutkan.
“Kami mengakui keinginan rakyat Israel. Di sana ada — itulah sebuah demokrasi. Di dalam demokrasi itu, dijamin kemerdekaan dan kebebasan semua warganya,” kata PJ Crowley, Selasa (12/10).
Jurubicara itu menyebutkan, keinginan utama pemerintah Israel, yang didukung oleh AS, adalah “penerimaan regional atas eksistensi Israel sebagai sebuah tanah air bagi orang-orang Yahudi, dan itulah yang ingin kami tuju melalui negosiasi ini.”
Dia menambahkan, “Kami telah menerima sifat khusus dari negara Israel. Itu adalah sebuah negara bagi orang-orang Yahudi. Itu juga merupakan sebuah negara bagi warganya yang beragama lain.”
Sebagaimana dilansir Maan (13/10), pernyataan dari Deplu AS itu muncul setelah ada sebuah permintaan dari Kepala Urusan Luar Negeri Eropa Catherine Ashton, yang menyeru agar negara Israel dan Palestina yang akan datang menjamin persamaan bagi semua warganya. “Pada dasarnya dalam kasus Israel, ini artinya apakah mereka Yahudi atau bukan,” ujar seorang jurubicaranya.
Lebih jauh Crowley mengatakan utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, akan kembali ke sana setelah masa batas akhir satu bulan bagi Abbas untuk mau kembali berunding sebagaimana yang diberikan KTT Liga Arab di Sirte, Libya, berakhir.[di/maan/hidayatullah.com]