Hidayatullah.com—Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyalahkan negara-negara asing atas korupsi yang terjadi di departemen-departemen pemerintah, lansir Euronews (22/12/2012).
Berbicara dalam peringatan Hari Anti-Korupsi Internasional, Hamid Karzai mengaku belum melihat tanda keberhasilan mengatasi korupsi, tetapi dia mengakui reformasi perlu dilakukan.
“Korupsi di Afghanistan merupaka realita. Terjadi di sebagian kecil pemerintahan kami, penyuapan dan kesalahannya adalah bagian dari kami. (Namun) bagian terbesar korupsi di negara kami, yang mencakup ratusan juta dolar, bukan dilakukan oleh kami. Hal itu ditimpakan kepada kami dalam rangka untuk melemahkan pemerintahan kami,” kata Karzai.
Skandal yang menyelimuti Bank Kabul tidak hanya mengungkap adanya manipulasi berskala besar di negeri miskin akibat perang berkepanjangan itu. Skandal korupsi setidaknya mengungkap keterlibatan 12 orang petinggi negeri dengan nilai korupsi mencapai 700 juta euro.
Afghanistan selalu berada dalam peringkat atas negara paling korup sedunia.
Negara-negara asing, terutama yang terlibat dalam invasi militer pimpinan Amerika Serikat, mengucurkan dana-dana hutang kepada Afghanistan jutaan bahkan milyaran dolar.*