Hidayatullah.com–Bentrokan antara demonstran dengan polisi yang terjadi di Mesir. Setidaknya menewaskan tiga orang, satu di antaranya petugas keamanan Mesir, demikian dilansir Al-Jazeera (25/1).
Sementara itu, seperti yang dinulik oleh Islammemo.cc, surat kabar Mesir Al-Yaum memberitakan, bentrokan tersebut juga melukai sekitar seratus orang demonstran.
Menurut sumber keamanan dan medis, seperti yang dikutip oleh stasiun TV Mesir, menjelaskan bahwa seorang prajurit keamanan itu tewas dalam bentrokan yang terjadi Tahrir Square. Sedangkan dua korban lainnya tewas dalam bentrokan yang terjadi di Suez akibat tembakan peluru karet.
Menurut reporter Al-Jazeera di Kairo, ribuan demonstran tersebut memutuskan untuk menetap dan bermalam di Tahrir Square, sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Para demonstran menyuarakan slogan-slogan “perubahan, kebebasan, dan keadilan sosial”.
Gerakan Pemuda 6 April yang mengkoordinir demonstrasi itu menyatakan bahwa puluhan aktivis telah ditangkap oleh keamanan dan dibawa ke tempat yang tidak diketahui.
Pihak keamanan Mesir juga memutuskan saluran ponsel para demonstran dan wartawan, dengan tujuan untuk mengurangi tingkat komunikasi antara keduanya. Beberapa situs jejaring sosial seperti Twitter, dan beberapa situs pemberitaan juga diblokir. * ajzr/ismm