Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Setujui Bekukan Aset Pejabat Pemerintah Lama Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2011 08:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Inggris mengatakan, telah menyetujui permintaan Mesir untuk membekukan asset sejumlah pejabat dalam pemerintah yang belum lama ini digulingkan.

Berbicara dalam sidang parlemen Inggris, Menlu William Hague mengatakan, permintaan pemerintah ad interim Mesir itu telah disetujui, demikian dikutip Radio Australia, Selasa (15/2).

Wilillam juga mengatakan mendorong pemerintah Mesir agar mengikut-sertakan tokoh-tokoh dan pandangan oposisi dalam pemerintah baru, serta menambahkan mereka hendaknya diikutsertakan dalam kabinet baru yang rencananya akan diumumkan minggu depan.

“Kami telah merundingkan masalah ini dengan Uni Eropa dan sekutu internasional Inggris serta kami memutuskan untuk bekerjasama dengan pemerintah Mesir,” demikian kata Hague saat berbicara di depan majelis rendah Inggris seperti dilaporkan IRNA.

Deputi Menteri Luar Negeri Inggris, Alistair Burt dalam wawancaranya dengan Chanel 4 Radio BBC mengatakan, London sedang menunggu keputusan pemerintah Mesir soal menghadapi aset dan rekening bank Hosni Mubarak dan keluarganya.
Alistair menambahkan, dibutuhkan permintaan resmi dari pemerintah Mesir untuk melakukan tindakan terhadap rekening bank Mubarak dan kami hingga kini belum menerima permintaan resmi dari Kairo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Oleh karena itu kami saat ini belum berani memprediksikan masa depan rekening ini, “ ungkap Alistair. Namun Alistair mengakui bahwa salah satu protes utama rakyat Mesir dan Tunisia adalah maraknya korupsi para penguasa mereka.

Ia menandaskan, penguasa Mesir dan Tunisia sepertinya secara sistematis telah memindahkan harta kekayaannya dan publik umum saat ini memiliki data lebih akurat di banding dengan rakyat di masa lalu.

Sebelumnya, Lord Malloch Brown, mantan deputi Menlu Inggris menuntut tindakan segera pemerintah Inggris terkait aset dan rekening bank Hosni Mubarak dan keluarganya.

Hari Senin lalu, Hafiz Abu Sa’dah, Direktur Lembaga HAM Mesir telah merilis 40 nama mantan petinggi Mesir (termasuk mantan Perdana Menteri Ahmad Nadhif) yang diduga terlibat kasus korupsi, mencuri harta negara atau melanggar HAM.

Dikabarkan, kekayaan Mubarak dan keluarganya di Inggris mencapai 1,5 miliar Pound Sterling. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masa Penahanan Ariel Diperpanjang
Tulisan selanjutnya Mubarak Dikabarkan Koma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran

Berita
22 Juli 2026 17:27
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?