Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Khalid Misy’al dan Ghannouchi Hadiri Pemakaman Erbakan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 28 Februari 2011 21:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tokoh partai oposisi Islam Tunisia yang juga pemimpin Partai Ennahda, Rachid Ghannouchi dan pemimpin Hamas Khalid Misy’al akan menghadiri pemakaman tokoh politik Islam Turki Necmettin Erbakan pada hari Selasa (1/3). Demikian disampaikan oleh mantan pembantu Erbakan.

“Khalid Misy’al akan datang ke Istanbul untuk mengikuti upacara pemakaman bersama para tokoh lain dari dunia Muslim,” kata Mustafa Kamalak kepada para wartawan, Senin (28/2).

“Tokoh senior dari Tunisia, Maroko, Mesir juga akan menghadiri upacara pemakaman. Perwakilan dari Ikhwanul Muslimin Mesir dan banyak tokoh dari dunia Islam akan bergabung dalam pemakaman.”

Erbakan, bapak pendiri pergerakan Islam di Turki dan tokoh Islam pertama yang menjadi perdana menteri, meninggal pada hari Ahad (27/2) dalam usia 84 tahun.

Presiden Abdullah dan PM Recep Tayyip Erdogan yang sedang melakukan kunjungan ke Jerman menyingkat perjalanannya, untuk bisa menghadiri pemakaman mentor mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Erbakan menjadi tokoh Islam pertama yang menjabat perdana menteri pada tahun 1996 dan membentuk koalisi dengan kelompok kanan-tengah, setelah Partai Kesejahteraan menang 21% dalam pemilu dan menjadi kelompok mayoritas di parlemen.

Namun kekuatan militer yang mendukung kelompok sekuler Turki memaksa Erbakan untuk meletakkan jabatan pada tahun 1997.

Tahun berikutnya, pengadilan konstitusi menetapkan Partai Kesejahteraan sebagai partai terlarang dan melarang Erbakan berkecimpung dalam politik selama lima tahun.

Pemakaman Erbakan akan dilakukan pada hari Selasa. Jenazah tokoh yang dikenal sebagai Muslim yang taat itu akan dishalati di Masjid Fatih, Istanbul.

Keluarganya mengatakan, Erbakan tidak menginginkan “upacara pemakaman resmi” dalam wasiatnya.

Erbakan meninggal menjelang peringatan “kudeta post-modern“.

Tanggal 28 Februari dikenal Turki sebagai intervensi keempat pihak militer ke dalam politik, setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 1960, 1971 dan 1980, yang juga disebut “kudeta post-modern“. Akibat kudeta tersebut, hak-hak dasar dan kemerdekaan rakyat banyak yang ditindas, demikian pula demokrasi dan supremasi hukum.

Setelah kudeta, kebebasan beribadah umat beragama ditindas, tidak secara resmi melainkan dalam praktek kehidupan sehari hari. Salah satu contoh yang nyata adalah larangan mengenakan kerudung. Militer menekan siapa saja yang berhubungan dengan kelompok-kelompok agama, sebuah tradisi yang hingga sekarang masih bisa dilihat jelas di Turki. Kudeta itu juga menyebabkan sejumlah koran ditutup.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Desak Pemerintah Tegas Bubarkan Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya PCHR: Mesir Tolak Warga Gaza di LN yang Berniat Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?