Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mulai Intervensi, AS Ingin Rebut Minyak Libya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Maret 2011 08:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Amerika Serikat hari Senin mengatakan telah membekukan sedikit-dikitnya 30 miliar dolar aset Libya. Hal itu dikemukakan David Cohen, pejabat Departemen Keuangan AS bagian Terorisme dan Kejahatan Keuangan.

Pemerintah AS telah menargetkan Muammar Qadhafi, empat anggota keluarganya dan badan-badan pemerintah Libya sebagai sasaran pembekuan aset sejak Jumat pekan lalu.

“Sampai sekarang ini sedikit-dikitnya 30 miliar dolar aset pemerintah Libya di bawah jurisdiksi AS telah diblokir,” kata Cohen. Jumlah itu adalah pemblokiran terbesar yang pernah terjadi.

Cohen, yang berbicara dalam konferensi pers dengan wartawan melalui telepon, mengatakan sanksi lebih lanjut bisa saja dilakukan. “Kami sedang mempertimbangkan untuk menambah daftar orang yang mendapat sanksi.”

Ia menyebutkan bahwa Uni Eropa telah mensahkan sanksi yang mentargetkan sekitar 20 orang selain Qadhafi dan anak-anaknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Libya dan para pemimpinnya diduga menguasai miliaran dolar dalam sejumlah rekening bank asing, uang yang sebagian besar dikumpulkan sedikit demi sedikit dari kekayaan minyak negara.

Rebut Minyak

Sementara itu, hari Senin, juru bicara Pentagon Kolonel Dave Lapan dikutip AFP melaporkan AS telah memindahkan pasukan-pasukan angkatan laut dan udaranya ke posisi sekitar Libya. AS adalah salah satu negara yang sedang mempertimbangkan kemungkinan intervensi terhadap rejim Muammar Qadhafi.

Menurut Pentagon, untuk setiap intervensi militer, para komandan AS bisa memanfaatkan kapal USS Enterprise yang saat ini berada di Laut Merah, serta kapal ampibi USS Kearsarge yang memiliki armada helikopter dan sekitar 2.000 marinir.

Sebelum ini, sedikitnya tiga negara di Amerika Latin mendukung Muammar Qadhafi. Kuba dan Nikaragua bahkan membela terang-terangan pemimpin Negara Hijau tersebut. Dalam sebuah pernyataannya baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro menyatakan, AS dan negara kuat lainnya sedang merencanakan pergerakan di dalam Libya yang bertujuan untuk menumbangkan kekuasaan Muammar Qadhafi.

“Mereka merekayasa situasi untuk melakukan invasi ke Libya,” ujar Maduro seperti dikutip dari CBS, Jumat (25/2).

Sementara itu, mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, menilai bahwa gejolak di Libya bisa menjadi alasan bagi Amerika Serikat (AS) untuk melakukan invasi. Castro menilai, Washington berencana memerintahkan suatu invasi NATO ke Libya dengan tujuan mencaplok minyaknya.

“Buat saya, ini sangatlah jelas bahwa pemerintahan Amerika Serikat tidak tertarik dengan perdamaian di Libya,” ujar mantan pemimpin Kuba berusia 84 tahun, yang masih memimpin Partai Komunis Kuba. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikainvasiLibyaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Standar Ganda AS Atas Kekerasan di Libya
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diminta Dirikan STAIN di Kepulauan Riau

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?