Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ssst, Obama Pemimpin “Loyo”?

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 Maret 2011 11:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hanya 17% orang Amerika yang melihat Presiden Barack Obama sebagai seorang pemimpim militer yang kuat dan menentukan. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos, tidak lama setelah Amerika Serikat dan sekutunya mulai membombardir Libya.

Hampir separuh responden menilai Obama sebagai pemimpin yang hati-hati dan sering meminta nasihat atau masukan.

Sementara jumlah rakyat yang menilai Obama sebagai sosok pemimpin yang tidak bisa membuat keputusan tegas dalam urusan-urusan militer, mencapai lebih dari sepertiga.

Tahun 2009 Obama dikritik secara luas, karena melakukan konsultasi berbulan-bulan lamanya dengan para pembantu senior dan komandan militernya, mengenai penambahan jumlah pasukan AS di Afghanistan.

Kritikus menilainya sebagai bentuk kegentaran Obama. Tapi presiden kulit hitam pertama AS itu berdalih, keputusan semacam itu harus diambil secara hati-hati. Dia pun akhirnya mengirim 30.000 anggota militer untuk menambah jumlah pasukan AS di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Obama menghadapi ketidakpuasan dari kelompok oposisi, Partai Republik, dan partainya sendiri, Demokrat, terkait tujuan invasi militer pimpinan Amerika Serikat ke Libya dan ketidakjelasan strategi keluar pasukan AS dalam misi itu.

Jika invasi militer di Libya menjadi kebijakan luar negeri yang berantakan, ditambah dengan persepsi bahwa Obama merupakan seorang pemimpin militer yang lemah, maka hal itu bisa menyulitkannya dalam pemilu presiden 2012.

Setuju Invasi Libya

Jajak pendapat itu juga menunjukkan bahwa 60% warga Amerika mendukung AS dan sekutunya membombardir Libya dalam rangka penerapan zona larangan terbang untuk melindungi warga sipil dari pasukan pendukung Muammar Qadhafi.

Sebanyak 79% responden mengatakan, AS dan sekutunya harus mencoba untuk menyingkirkan Qadhafi. Namun, hanya 7% saja yang mendukung pengiriman pasukan darat ke Libya.

Dari 60% pendukung invasi ke Libya, 20% di antaranya sangat mendukung, sedang 40% lain agak mendukung.

Penentang invasi AS ke Libya tidak terlalu banyak. Hanya 25% yang agak menentang dan 14% menyatakaan sangat menentang.

Berdasarkan hasil jajak pendapat, warga AS memandang Obama sebagai pemimpin yang berbeda dengan pendahulunya, George W. Bush, yang melancarkan perang di Iraq dan Afghanistan bersama sekutu namun menurut pandangan umum dilihat sebagai pemimpin yang semaunya sendiri.

Menurut 48% responden, gaya kepemimpinan Obama sebagai panglima tertinggi adalah kepemimpinan yang “hati-hati dan konsultatif”, Sementara 17% responden menilai Obama menunjukkan kepemimpinan yang “kuat dan tegas”.

Tapi menurut 36% reponden, dalam urusan militer kepemimpinan Obama menunjukkan sikap “ragu-ragu dan gentar”.

Jajak pendapat dilakukan pada 22 Maret dengan menanyai 975 orang dewasa dari seluruh AS.

Dalam kritik yang ditujukan kepada Obama hari Rabu (23/3), anggota Partai Republik ternama yang juga jurubicara Kongres, John Boehner,  mengatakan bahwa Obama mencari masalah dengan melibatkan pasukan AS ke dalam perang yang tidak jelas di Libya, tanpa tahu peran apa yang dimainkan AS di sana.

Sebagaimana dilansir Reuters (24/3), Direktur Humas Ipsos Julia Clark menyatakan keterkejutannya akan dukungan yang cukup besar dari warga AS atas invasi militer ke Libya, dan keinginan agar Qadhafi digulingkan. Mengingat AS secara bertahap sedang mengurangi keterlibatannya di Iraq dan masih menugaskan pasukan dalam jumlah besar ke Afghanistan.

Meskipun terkejut, tapi Clark mengingatkan bahwa hanya sedikit yang mendukung pengiriman pasukan darat ke Libya.

“Semua orang berpikir bahwa Qadhafi harus keluar, tapi tidak ada toleransi sama sekali untuk ide pengiriman pasukan darat,” kata Clark, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat sudah lelah dengan perang di Iraq dan Afghanistan.*

Keterangan foto: Sebuah momen Obama dan John McCain (Republik), saat bersaing memperebutkan kursi presiden AS, diambil oleh fotografer Reuters Jim Bourg pada 19 September 2008.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MER-C Gotong Royong Bangun RS di Galela
Tulisan selanjutnya Akibat Blokade Israel, Kaum Muda Gaza Akan Lebih Radikal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam

Berita
12 September 2026 17:00
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?