Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Akibat Blokade Israel, Kaum Muda Gaza Akan Lebih Radikal

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 25 Maret 2011 12:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para generasi muda di Jalur Gaza mungkin akan menjadi anak-anak muda yang kurang berpendidikan, kurang profesional, dan lebih radikal, akibat blokade Israel yang telah membatasi kesempatan pendidikan dan pekerjaan, demikian disampaikan PBB dan sumber-sumber lain.

Blokade empat tahun telah sangat berpengaruh kepada pemuda usia 18-24, yang akses ke pendidikan tinggi, pertukaran akademis, dan pengembangan profesional terbatasi, kata Kementerian Pendidikan Gaza. Sekitar 65 persen dari 1,6 juta rakyat Gaza berada di bawah usia 25 tahun, menurut perkiraan PBB, sebagaimana dimuat dalam artikel di Middle East Online, Rabu (23/3).

“Pendidikan tinggi dalam segala bentuknya mutlak penting untuk fungsi dari masyarakat dan pembentukan negara Palestina di masa depan,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang terjajah, Max Gaylard kepada media IRIN. “Juga diperlukan keterampilan di sektor profesional, seperti kedokteran dan teknik. “

Tingkat pengangguran di Gaza –hampir 50 persen menurut Biro Pusat Statistik Palestina (PCB)– menunjukkan prospek mengerikan bagi penduduk muda yang berkembang pesat.

Blokade ekonomi yang dilakukan Israel setelah gerakan Islam Hamas menguasai Gaza, telah menghambat impor buku, laboratorium ilmu pengetahuan, dan peralatan pendidikan lainnya ke Gaza, menurut Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Israel hanya memberikan bantuan kemanusiaan terbatas.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Kurangnya fasilitas, informasi baru, dan pengalaman, telah menyebabkan kerusakan pada seluruh sistem pendidikan Gaza. Noor, seorang mahasiswa pendidikan bahasa Inggris di Universitas Al-Azhar, universitas peringkat kedua di Gaza, mengatakan, ia tidak memiliki buku penting untuk perkuliahan, dan bahkan kursi-kursi telah hilang dari ruang kuliah.

“Universitas kami tidak siap untuk generasi baru,” jelasnya. “Kami hanya memiliki satu laboratorium dan dua laboratorium komputer, dan itu tidak cukup.”

Tingkat pendaftaran di 14 universitas negeri dan swasta dan perguruan tinggi di Gaza tetap tinggi, namun konflik dan blokade ketat telah serius merusak akses terhadap pendidikan tinggi dan kualitasnya, kata UNESCO dalam laporannya.

Menurut Pusat Hak Asasi Manusia Palestina di Gaza, “Di bawah kebijakan penutupan total sejak Juni 2007, orang-orang Palestina dari Gaza, sekitar 35 persen, yang menjadi mahasiswa di universitas di Tepi Barat, sudah tidak hadir lagi di semua lembaga pendidikan di Tepi Barat (di bawah penguasaan Otorita Palestina yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas).”

Pengembangan dua sistem terpisah karena pembatasan gerakan yang dilakukan Israel, berarti hanya sedikit fasilitas bagi mahasiswa Gaza, kata UNESCO.

Tidak Ada Biaya

Sekitar 80 persen dari penduduk Gaza bergantung hidupnya dari bantuan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan institusi pendidikan tinggi di Gaza tentang aliran keuangan di negeri itu.

Menurut UNESCO, mahasiswa semakin tidak mampu membayar uang sekolah, sehingga terjadi drop-out atau melakukan penundaan studi.

Ketidakmampuan siswa untuk menutupi biaya telah betul-betul mengganggu universitas-universitas di Gaza, karena biaya pendidikan dari mahasiswa berguna untuk sekitar 60 persen operasional universitas, kata LSM Palestina, Sharek Youth Forum.

“Tingkat pendidikan sedang terganggu dan kita mengalami kesulitan menyewa staf dan profesor yang berkualitas,” kata Kamalain Shaath, presiden dari Universitas Islam, peringkat teratas di Gaza dan Tepi Barat. Setengah dari mahasiswa di universitas, ia bilang, tidak sanggup membayar uang kuliah semester ini.

Bangunan Masih Rusak

Universitas Islam, perguruan tinggi pertama yang membuka Fakultas Kedokteran, sedang menyiapkan sekitar 50 dokter muda yang akan lulus musim semi ini, dan akan sangat dibutuhkan di daerah konflik. Sayangnya laboratorium untuk mereka telah hancur akibat Operasi Cast Lead oleh Israel –yang bertujuan mengakhiri serangan roket ke Israel—pada Desember 2009. Sampai saat ini laboratorium masih belum dibangun kembali.

Tujuh universitas dan perguruan tinggi rusak dalam serangan, yang berakhir pada bulan Januari 2010, dengan enam bangunan sepenuhnya hancur dan 16 rusak sebagian, menurut UNESCO. Pada Maret 2011, universitas belum diangun kembali karena embargo pada bahan bangunan.

Kelebihan kapasitas di sekolah juga masalah lain di Gaza. Sekitar 81 persen sekolah umum beroperasi dua jam masuk, menurut Direktur Pelayanan Umum dan Pendidikan Gaza, Sharif Nouman. Pada tahun 2010, hanya tiga sekolah yang dibangun kembali, dan 100 lainnya masih rusak, katanya.

Sementara itu, konflik internal antara faksi Fatah dan Hamas telah menyebabkan kurangnya komunikasi antara Kementerian Pendidikan Gaza dan Tepi Barat,  ia menambahkan.

Pengangguran Meningkat

Tingkat pengangguran di antara usia 15-19 sekitar 72 persen, sedangkan pengangguran mempengaruhi 66 persen dari mereka yang berusia 20-24, menurut laporan sosio-ekonomi Kantor Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah (UNSCO ), pada Januari. Di Tepi Barat tingkat pengangguran usia 15-19 tahun 29 persen dan 34 persen untuk kelompok usia 20-24.

Sekitar 70 persen perusahaan industri di Gaza telah tutup selama blokade, menurut OCHA, mengakibatkan 120.000 pekerjaan sektor swasta hilang dalam dua tahun pertama penutupan. Keringanan yang diberikan Israel baru-baru ini telah memungkinkan ekspor terbatas untuk bunga potong dan stroberi dari Gaza ke Eropa.

“Ketika anak muda lulus, mereka hampir tidak memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan di sebuah perusahaan atau asosiasi,” kata Bassam, seorang mahasiswa multi-media di Universitas Al-Azhar di Gaza. Beberapa dari mereka mencoba memulai bisnis mereka sendiri, tetapi, “ini tidak dapat berhasil di Gaza sekarang karena blokade,” tambahnya.

Para pejabat PBB di wilayah itu telah menyatakan keprihatinan bahwa mengisolasi pemuda di Gaza dari nilai-nilai yang lebih luas dan peluang, akan menjadi bumerang. “Sebuah masyarakat yang berkembang pesat, menjadi miskin, yang memiliki batasan pada pendidikan, akan mendorong ekstrimisme dalam bentuk terburuk,”  kata Gaylard memperingatkan.

Deputi Direktur-Jenderal Departemen Diplomasi Publik Israel, Danny Seaman, tentang ini hanya mengatakan: “Hamas menggunakan akses ke Israel untuk melakukan serangan teror terhadap warga sipil kami, dan ini ancaman langsung yang melampaui keprihatinan atas militansi yang meningkat pada pemuda di Gaza.”

Sejumlah 71 persen mahasiswa yang disurvei oleh UNESCO melaporkan bahwa mereka tidak berharap tentang masa depan dan mayoritas menyatakan khawatir akan ada perang lagi.

“Sebagian besar rekan-rekan saya ingin pindah,” kata Shadi, 26 tahun, seorang terapis fisik di Kota Gaza. “Kami terisolasi dan frustasi.”*

Keterangan foto: Para mahasiswa S1 di Universitas Islam-Gaza.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ssst, Obama Pemimpin “Loyo”?
Tulisan selanjutnya Waspadai Bangkitnya “Syirik Intelektual”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket

Berita
16 Agustus 2026 10:17
Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku

Terbaru

  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa
  • UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?