Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Bela Intervensi Militer ke Libya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Maret 2011 10:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden AS Barack Obama, membela keterlibatan AS dalam intervensi militer melawan rezim Muammar Qadhafi di Libya. Ia mengatakan,  dunia akan lebih baik tanpa Qadhafi yang memegang kekuasaan, menurunkannya melalui kekerasan akan menjadi kesalahan.

Pernyataan Obama itu disampaikan dalam pidatonya di televisi kepada anggota militer di National Defence University di Washington Senin malam. Obama mengatakan ia tidak mau menjadi presiden yang hanya menunggu gambar-gambar pembantaian penduduk tanpa mengambil tindakan.

Dalam istilah yang lebih dalam, Obama mengatakan kampanye udara yang di pimpin Barat telah menghentikan kepentingan Qadhafi dan menghentikan pembantaian yang mengguncang kestabilan dari seluruh daerah.

“Neberapa Negara mungkin bisa menutup mata atas kekejaman di Negara lain. Tetapi Amerika Serikat berbeda,” ujar Obama.

“Meremehkan tanggung jawab Amerika sebagai pemimpin dan terlebih lagi tanggung jawab kami kepada umat manusia yang berada dalam keadaan seperti ini merupakan pengkhianatan terhadap diri kita sendiri,” ujarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya dapat melaporkan jika kita dapat menghentikan pembantaian Qadhafi,” ujar presiden AS.

“Kami akan menolak rezim militer, menghentikan penyaluran bantuan, membela oposisi dan bekerja dengan Negara lain untuk mempercepat kemajuan setelah Qadhafi meninggalkan kekuasaan,” ujarnya.

Tetapi ia menambahkan jika “kepergian Qadhafi mungkin tidak akan terjadi dalam waktu semalam.”

Melawan pergantian rezim

Bagaimanapun ia mengatakan jika penambahan misi internasional untuk memasukkan perubahan rezim merupakan kesalahan.

“Jika kita mencoba menggulingkan Qadhafi melalui kekerasan, koalisi kita akan terpecah,” ujarnya.

Tantangan bagi Obama adalah mendefinisikan batasan dan lingkup dari misi AS di Libya agar menjadi bahan pertimbangan Amerika yang memfokuskan pada ekonomi domestik dan perang berbiaya tinggi seperti di dua Negara Muslim lainnya, Iraq dan Afghanistan.

AS berinisiatif untuk mengmabil kepemimpinan dalam tindakan militer yang dipimpin Barat melawan Qadhafi, sebelum NATO menyetujui untuk mengambil alih operasi ini. Obama mengatakan AS akan memberikan kontrolnya pada hari Rabu kepada NATO.
Obama mengatakan jika pemindahan dilakukan, resiko dan biaya pajak Amerika akan berkurang drastis.

Tetapi koresponden Al Jazeera Patty Culhane, yang melaporkan dari Washington, mengatakan jika pidato Obama memiliki dua hal yang bertentangan.

Obama mengatakan jika harus berada di pihak yang memperjuangkan kebebasan, tetapi di saat yang bersamaan ia mengatakan jika dirinya tidak bisa menjadi polisi dunia hanya ketika berlaku untuk kepentingan nasional negaranya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penambahan Kuota Haji Harus Diiringi Peningkatan Pelayanan
Tulisan selanjutnya Ban Minta Israel Hentikan Pembangunan di Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?