Hidayatullah.com—Beginilah jika saat memimpin terlalu berkuasa, tetapi saat jatuh terbenam lumpur.
Pengadilan di Kairo hari Kamis (21/4) memutuskan, nama Presiden terguling Hosni Mubarak dan istrinya, akan dihapus dari semua tempat umum. Demikian diberitakan kantor berita nasional MENA.
Hakim Mohammed Hassan Omar mengatakan, nama Hosni Mubarak dan istrinya Suzanne akan dihapus dari lapangan-lapangan publik, jalan-jalan, perpustakaan, dan lembaga-lembaga publik lainnya di seluruh negara.
Mubarak digulingkan pada 11 Februari, setelah hampir tiga minggu menghadapi protes anti-rezim yang mengakhiri kekuasaannya selama 30-tahun.
Mantan orang kuat ini ditahan di sebuah rumah sakit di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh. Ia bakal diperiksa atas peranannya dalam kekerasan terhadap demonstran selama demonstrasi massa.
Dua putranya, Alaa dan Gamal, juga di penjara sambil menunggu penyelidikan atas kekerasan selama protes yang meletus pada 25 Januari.
Mubarak, istri, dan dua putra mereka, juga diperiksa atas tuduhan korupsi.*
Keterangan foto: Perangko dengan gambar Suzanne Mubarak.