Hidayatullah.com–PBB mengatakan bahwa 50 orang terbunuh dalam serangan di tiga fasilitas medis termasuk sebuah rumah sakit anak di Azas, wilayah utara Suriah pada Senin, yang salah satu badan amal medis katakan serangan itu sengaja dilakukan oleh Rusia dan jet pemerintah.
Pada Senin malam, Sekjen PBB Ban Ki-Moon menyebut serangan tersebut “pelanggaran mencolok terhadap hukun internasional”, yang seorang juru bicara PBB katakan telah “berperan bayangan” (cast a shadow) atas kesepakatan genjatan senjata yang dibuat antara 17 negara Kelompok Pendukung Suriah pada minggu lalu, sebagaimana dikutip www.middleeasteye.net, 16 Februari 2016.
Ketakutan akan berlanjutnya perang sipil yang telah terjadi selama lima tahun dipicu oleh pasukan pemerintah Suriah dan Unit Pelindung Kurdi (YPG) yang dilaporkan mengambil Tel Rifaat pada Senin malam, sebuah kota kunci yang menjadi jalan menuju kota Azaz dimana serangan udara terjadi pada Senin.
Ketika Turki menembaki dengan meriam target-target Suriah di sepanjang perbatasannya selama tiga hari berturut-turut, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan pada Senin bahwa negaranya tidak akan membiarkan Kota Azaz jatuh ke tangan tentara Kurdi. Sementara itu, menteri pertahanan Rusia mengatakan penembakan meriam Turki sebagai “dukungan terbuka kepada terorisme internasional”.
Pasukan pemerintah Suriah dilaporkan mengatakan pada Al Jazeera pada Senin malam bahwa mereka berencana untuk melanjutkan berbaris menuju Azaz, kota di provinsi Aleppo di dekat perbatasan Turki, dimana pertempuran bisa terjadi kapan saja.
‘Hanya bayi’
Pada hari sebelumnya, setidaknya 14 orang dilaporkan terbunuh ketika bom dijatuhkan pada sebuah rumah sakut anak di Azaz.
Sebuah video diposting oleh NGO Prancis yang beroperasi di Suriah dilaporkan memperlihatkan suasana sesaat setelah serangan, mengatakan bahwa di sana “tidak ada teroris ataupun pejuang, hanya bayi-bayi”./Nashirul Haq AR